Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026
Tim nasional Mesir berhasil mengukir sejarah dengan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Australia lewat adu penalti pada laga babak 32 besar di Dallas Stadium, Jumat waktu setempat.
Pertandingan dramatis yang disaksikan oleh 70.244 penonton tersebut harus berlanjut ke babak adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Mesir unggul lebih dulu melalui sundulan Emam Ashour pada menit ke-13 setelah menerima umpan silang Karim Hafez, sebelum bek Mesir Mohamed Hany melakukan gol bunuh diri pada menit ke-55 yang membuat kedudukan menjadi seimbang.
Skuat asuhan Hossam Hassan memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti setelah kiper Mostafa Shobeir tampil gemilang dan dua penendang Australia, Harry Souttar serta Lucas Harrington, gagal mengeksekusi penalti. Mohamed Salah yang maju sebagai penendang ketiga Mesir sukses menjalankan tugasnya dengan mengarahkan bola tepat ke tengah gawang.
"Kami tidak percaya kami melakukan ini, untuk bisa mencapai level ini. Tapi lagi, sejak hari pertama kami di sini, kami mengatakan kepada satu sama lain bahwa kami tidak akan pernah mundur," ujar Shobeir, dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu.
Kiper berusia 26 tahun tersebut menambahkan bahwa Mesir datang ke turnamen ini dengan ambisi besar untuk membuktikan kapasitas terbaik mereka, bukan sekadar pelengkap di fase grup.
"Tentu saja, Tuhan memberikan kami sangat banyak dan kami mengapresiasi itudan kami harap bisa melangkah lebih jauh lagi," jelas Shobeir.
Penjaga gawang Mesir itu menegaskan komitmen timnya untuk terus berjuang keras pada pertandingan-pertandingan berikutnya demi seluruh pendukung dan negara mereka.
"Kami bertarung hingga akhir, bahkan di pertandingan selanjutnya. Bahkan jika kami memainkan lebih banyak pertandingan lagi, kami akan bertarung hingga akhir. Pada akhirnya kami akan bertarung hingga akhir untuk fans, negara, untuk kami sendiri," pungkasnya.
Sebelum memasuki babak adu penalti, kedua tim memiliki sejumlah peluang emas termasuk sontekan Omar Marmoush yang melebar serta tendangan Mohamed Salah di babak tambahan yang melambung di atas mistar gawang Australia. Seusai laga, kapten Mesir Mohamed Salah memberikan pernyataan mengenai keputusan penaltinya yang tenang di bawah tekanan.
"I decided last minute, I don't know if it's my last World Cup, so I had to do it," kata Salah setelah pertandingan.
Kehadiran Salah di lapangan menjadi suntikan masif bagi Mesir mengingat penyerang berusia 34 tahun itu sempat mengalami cedera hamstring pada laga terakhir fase grup melawan Iran. Mengenai performa dan posisi anak asuhnya di kancah sepak bola global, pelatih Mesir Hossam Hassan memberikan pandangannya dalam konferensi pers sebelum pertandingan di AT&T Stadium.
"That question should be answered by those who believe that about Salah," kata Hassan ketika ditanya mengenai status Salah sebagai pemain paling diremehkan.
Hassan, yang juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir dengan 69 gol, menyatakan kegembiraannya dapat bekerja sama dengan pemain bintang milik Liverpool tersebut.
"He is one of the best players globally, and I'm very lucky to work with him. I'm very happy with our work together so far," jelas Hassan.
Hassan juga menepis anggapan bahwa Mesir kurang mendapat perhatian global karena tidak berstatus sebagai negara kekuatan utama sepak bola dunia seperti Argentina atau Prancis.
"We are not just any team," tegas Hassan.
Hassan mengingatkan kembali pencapaian historis Mesir di level internasional untuk menegaskan posisi penting negaranya di sepak bola dunia.
"Egypt has won the Africa Cup of Nations seven times — no one has won it more. Egypt is an important team," lanjut Hassan.
Pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Mesir dijadwalkan menghadapi pemenang dari laga babak 32 besar lainnya antara Argentina dan Tanjung Verde di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Selasa (7/7) pukul 23.00 WIB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow