Miami Heat Resmi Dapatkan Giannis Antetokounmpo Lewat Pertukaran Besar

Smallest Font
Largest Font

Miami Heat resmi mengakuisisi bintang Milwaukee Bucks, Giannis Antetokounmpo, pada Senin malam waktu setempat dalam kesepakatan pertukaran besar yang melibatkan banyak pemain serta hak pilih draf. Langkah agresif ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan peraih dua kali gelar MVP tersebut.

Dilansir dari Associated Press dan ESPN, kesepakatan ini juga mengirim Bobby Portis ke Miami Heat. Sebagai gantinya, Milwaukee Bucks menerima paket berisi Tyler Herro, Jaime Jaquez Jr., Kel’el Ware, Kasparas Jakučionis, hak pilih nomor 13 pada draf 2026, hak pilih putaran pertama tahun 2031 dan 2033, opsi pertukaran hak pilih tahun 2030, serta hak pilih putaran kedua tahun 2033.

Sebelum kesepakatan ini tercapai, perwakilan Antetokounmpo dilaporkan telah berulang kali mengonfirmasi kepada pihak Bucks dari Mei 2025 hingga Mei 2026 bahwa sang pemain ingin hengkang demi kebaikan kedua belah pihak. Pihak sang pemain juga menegaskan tidak akan menandatangani perpanjangan kontrak jangka panjang di Milwaukee.

Pemain berusia 30 tahun tersebut sebelumnya sempat mengutarakan visinya yang mendalam bersama Milwaukee Bucks dalam sebuah wawancara bersama Marc J. Spears dari Andscape pada Oktober 2023.

"I always envisioned myself to be in Milwaukee for a long time," kata Giannis Antetokounmpo, Pemain Miami Heat.

Ia juga menambahkan bahwa ambisi memenangkan kejuaraan merupakan prioritas utama yang melampaui sebuah loyalitas semata bagi seorang pemenang.

"And I always say that I want to play 20 years. I want to be like Tim Duncan, like Kobe, all those guys that played with one team for a lot of years and won the championship. But at the end of the day, before loyalty, winning comes first.

We are judged on winning. I'm a winner. I want to win." tutur Giannis Antetokounmpo, Pemain Miami Heat.

Menurut laporan Shams Charania dari ESPN, perwakilan sang pemain telah aktif berdiskusi dengan pejabat tim untuk mengevaluasi masa depannya sejak akhir tahun lalu ketika performa Bucks mulai merosot.

"and discussing whether his best fit is staying or a move elsewhere." ujar Shams Charania, Jurnalis ESPN.

Charania memaparkan bahwa sinyal kepergian sang bintang sebenarnya telah tercium sejak pertengahan tahun sebelumnya, saat ia mulai bersikap terbuka untuk mengeksplorasi opsi di luar Milwaukee.

"open-minded about exploring whether his best long-term fit is remaining in Milwaukee or playing elsewhere." kata Shams Charania, Jurnalis ESPN.

Di sisi lain, ketegangan di internal klub juga dipicu oleh ketidakpuasan sang mega bintang terhadap kebijakan transfer yang diambil manajemen Bucks, sebagaimana dilaporkan oleh Chris Haynes dari NBA on Prime.

"not pleased with the team's decision to waive Damian Lillard." cetus Chris Haynes, Jurnalis NBA on Prime.

Hubungan internal yang kian merenggang mempercepat keputusan transfer ini. Pemilik saham Bucks, Jimmy Haslam, dilaporkan lebih memilih melepas sang bintang ke Miami Heat ketimbang Boston Celtics demi menghindari potensi konflik berkepanjangan dengan pemain yang tidak bahagia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed