Mogok Kerja Pekerja Lumpuhkan Produksi Pabrik Hyundai di Korea Selatan
Puluhan ribu pekerja Hyundai Motor menghentikan lini produksi pabrik di Ulsan, Jeonju, dan Asan, Korea Selatan, pada Jumat (21/8/2026). Aksi mogok kerja penuh selama delapan jam ini memicu kelumpuhan operasional pertama serikat pekerja tersebut dalam sepuluh tahun terakhir. Aksi mogok ini dilaporkan melumpuhkan produksi sekitar 55.200 unit kendaraan, seperti dilansir dari Detik Oto.
Berdasarkan kalkulasi Yonhap News Agency, nilai produksi kendaraan yang terdampak eskalasi ini diperkirakan menembus lebih dari 2,3 triliun won atau setara US$ 1,67 miliar. Gelombang penutupan lini manufaktur bermula dari tuntutan perundingan upah dan kondisi kerja yang belum menemui titik temu sejak 6 Mei 2026. Sebelum mogok delapan jam ini mendera, 40 ribu anggota serikat pekerja telah melancarkan serangkaian aksi parsial berdurasi dua hingga enam jam sejak akhir Juli.
Perhitungan SBS News mencatat akumulasi mogok pekerja telah mencapai 60 jam hingga Minggu (23/8/2026). Durasi penghentian total lini perakitan menyentuh 120 jam jika memperhitungkan dua giliran kerja (shift) produksi harian.
Serikat pekerja mengajukan tuntutan kenaikan bonus menjadi 800 persen dari gaji pokok bulanan dibanding ketetapan awal 750 persen, perpanjangan usia pensiun melampaui batas 60 tahun, serta pemulihan status anggota yang diberhentikan. Pekerja juga mendesak perlindungan ketenagakerjaan di tengah otomatisasi dan integrasi kecerdasan buatan, mengingat rencana pengoperasian robot humanoid Hyundai di pabrik Georgia pada 2028. Rencana aksi mogok susulan pada Senin (24/8/2026) akhirnya ditunda setelah pihak manajemen Hyundai dan serikat pekerja sepakat kembali duduk bersama. Kedua pihak dijadwalkan menggelar perundingan ke-17 di pabrik Ulsan untuk menentukan kelanjutan operasional pabrik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow