NCAA Perketat Aturan Kelayakan Atlet Internasional Berkompetisi di Kampus
Asosiasi Atletik Perguruan Tinggi Nasional (NCAA) menerbitkan panduan kelayakan baru pada 8 Mei 2026 yang berpotensi menggagalkan keikutsertaan para prospek internasional papan atas dalam kompetisi olahraga kampus Amerika Serikat.
Kebijakan tersebut berfokus pada keterlibatan atlet dengan tim profesional serta penerimaan kompensasi yang melebihi pengeluaran nyata dan mendasar. Berdasarkan laporan Kevin Sweeney dari Sports Illustrated, regulasi ini menyasar liga-liga dengan standar kontrak minimum yang tinggi, seperti EuroLeague yang memiliki kesepakatan kolektif (CBA) minimum 58.000 dolar AS per musim setelah pajak.
Langkah pengetatan ini memicu kekhawatiran karena banyak program bola basket universitas, termasuk Universitas Kentucky dan Universitas Duke, belakangan ini gencar merekrut pemain asing melalui kesepakatan nilai hak citra diri (NIL) yang menguntungkan.
Pihak otoritas liga menegaskan bahwa modernisasi aturan ini diperlukan demi menjaga integritas kompetisi amatir antar-mahasiswa.
"Actual and necessary expenses continue to be a factor in a prospect’s eligibility, but as part of that broader effort to update preenrollment rules, the NCAA also identified several international leagues in which participation by a prospect is likely to result in violations of NCAA rules and a loss of eligibility," ujar juru bicara NCAA dalam sebuah pernyataan kepada Sports Illustrated.
Asosiasi menyatakan bahwa reformasi ini ditujukan untuk merespons keresahan dari berbagai sekolah anggota mengenai keadilan kompetisi.
"The Association is modernizing the rule book in several ways to ensure college sports are played by college athletes and not used as a fallback for professional athletes, and the age-based eligibility model now under consideration is designed to address many member schools’ concerns regarding eligibility," kata juru bicara NCAA menambahkan.
Aturan baru tersebut memicu ketidakpastian bagi sejumlah bintang muda internasional yang telah berkomitmen ke universitas besar. Duke terancam kehilangan prospek raksasa EuroLeague berusia 17 tahun, Joaquim Boumtje Boumtje, sementara Kentucky ber berisiko kehilangan Ousmane N'Diaye dan Ajša Sivka yang diproyeksikan menjadi pilar penting tim pria dan wanita.
Meskipun panduan ini telah dikirimkan, sejauh ini belum ada kejelasan mengenai tenggat waktu maupun tingkat agresivitas penegakan hukum yang akan diterapkan oleh pihak NCAA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow