Newcastle United Tunjuk Matthias Jaissle Gantikan Eddie Howe
Manajemen Newcastle United resmi menyepakati perjanjian verbal dengan pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, untuk menjadi manajer baru dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2030 pada Kamis (30/7/2026). Keputusan ini diambil usai Eddie Howe memilih mundur setelah hampir lima tahun menangani klub Premier League tersebut.
Jaissle, yang saat ini mengasuh klub Arab Saudi Al-Ahli, dijadwalkan segera merampungkan dokumen formal dalam beberapa hari mendatang. Penunjukan pelatih berusia 38 tahun tersebut dilakukan secara cepat guna mempersiapkan tim menjelang laga pembuka Premier League musim baru menghadapi Liverpool dalam kurun waktu tiga minggu.
Proses negosiasi berjalan lancar mengingat Newcastle United dan Al-Ahli berada di bawah kendali pemilik yang sama, yaitu Public Investment Fund (PIF) asal Arab Saudi. Pihak Al-Ahli dilaporkan telah menerima pemberitahuan resmi terkait kepindahan Jaissle ke St James' Park.
Sebelum kesepakatan tercapai, Eddie Howe memutuskan menyudahi masa baktinya menyusul rentetan hasil mengecewakan pada musim 2025-2026. Mantan pelatih Bournemouth itu sempat mengungkapkan keterbatasan finansial yang dialami tim dalam membangun skuad ideal.
"Ada batasan untuk apa yang bisa kita belanjakan," kata Eddie Howe, Manajer Newcastle United.
Kekecewaan Howe semakin bertambah seiring dilepasnya sejumlah pemain kunci seperti Alexander Isak ke Liverpool, Anthony Gordon ke Barcelona, dan Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur. Howe sempat mengisyaratkan bakal kehilangan beberapa pilar utamanya sebelum musim berakhir.
"Beberapa pemain besar mungkin memasuki bulan-bulan terakhir mereka," ujar Eddie Howe, Manajer Newcastle United.
Meskipun demikian, Howe tetap menyampaikan rasa bangganya selama memimpin skuad The Magpies hingga hari terakhirnya di klub.
"Setiap hari saya memimpin Newcastle adalah hari yang luar biasa," tutur Eddie Howe, Manajer Newcastle United.
Keputusan pengunduran diri Howe memicu keprihatinan dari mantan pilar Newcastle United, Steve Howey, yang menilai sang pelatih berada dalam posisi sulit akibat kebijakan transfer klub.
"Saya terkejut tetapi pada saat yang sama tidak terkejut," kata Steve Howey, Mantan Bek Newcastle United.
Howey menambahkan bahwa dinamika di internal klub membuat pekerjaan Howe menjadi kian berat.
"Eddie selama ini pada dasarnya harus memadamkan kebakaran. Anda kehilangan pemain-pemain terbaik Anda," ucap Steve Howey, Mantan Bek Newcastle United.
Ia memaklumi rasa frustrasi yang dialami sang manajer dalam usahanya membentuk tim yang kompetitif.
"Anda dapat memahami rasa frustrasinya ketika ia mencoba membangun sesuatu tetapi hal itu seolah diambil sebagian karena kehilangan pemain terbaik. Ini selalu menjadi hal yang sulit," ujar Steve Howey, Mantan Bek Newcastle United.
Sikap maklum tersebut mempertegas beratnya tantangan yang dihadapi Howe di St James' Park.
"Anda dapat memahami rasa frustrasinya," tambah Steve Howey, Mantan Bek Newcastle United.
Kondisi internal Newcastle serta penurunan performa tim sebelumnya juga sudah diprediksi oleh legenda klub, Alan Shearer, seusai kekalahan dari Bournemouth pada akhir musim lalu.
"Setenang apa pun bagi Eddie, saya tidak tahu apa yang akan terjadi padanya," kata Alan Shearer, Legenda Newcastle United.
Shearer meragukan keinginan Howe untuk melanjutkan pekerjaannya di tengah situasi sulit tersebut.
"Saya hanya berpikir, apakah dia ingin mencoba lagi? Sayangnya, saya tidak melihat Eddie Howe melatih Newcastle musim depan. Saya tidak yakin daya juang itu masih ada di sana," ujar Alan Shearer, Legenda Newcastle United.
Kini tugas berat menanti Matthias Jaissle untuk merestrukturisasi tim yang mengakhiri musim lalu di peringkat ke-12 klasemen Premier League. Mantan pelatih Red Bull Salzburg itu diharapkan mampu membawa stabilitas dan gaya permainan agresif untuk mengembalikan Newcastle ke papan atas liga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow