Newcastle United Tunjuk Matthias Jaissle dan Ubah Strategi Klub

Smallest Font
Largest Font

Newcastle United resmi menunjuk pelatih asal Jerman, Matthias Jaissle, sebagai manajer baru untuk menggantikan Eddie Howe yang mengundurkan diri setelah membawa klub finis di posisi ke-12 Liga Inggris musim 2025-2026. Penunjukan ini menandai fase baru arah kebijakan klub di bursa transfer.

Jaissle yang berusia 38 tahun sebelumnya melatih klub Arab Saudi, Al Ahli, serta pernah mengantar RB Salzburg menjuarai Liga Austria. Keputusan mendatangkan Jaissle diambil seiring perubahan strategi Newcastle United yang kini lebih fokus mengincar dan mengembangkan talenta muda.

Perubahan arah klub terjadi setelah Newcastle diterpa eksodus pemain bintang akibat pengetatan regulasi finansial Premier League dan UEFA. Sandro Tonali dilepas ke Tottenham Hotspur seharga 108 juta euro, Anthony Gordon ke Barcelona senilai 80 juta euro, serta Alexander Isak yang lebih dulu hengkang. Sementara itu, Bruno Guimaraes dan Lewis Hall juga berada di ambang kepindahan ke klub lain.

Untuk menggantikan para pilar utama, manajemen Newcastle merogoh kocek hingga 130 juta euro untuk merekrut empat pemain U-21, termasuk Bazoumana Toure dari Hoffenheim seharga 50 juta euro. Newcastle juga mendatangkan kiper Lukas Hornicek senilai 30 juta euro dan Aladji Bamba dari Monaco seharga 34 juta poundsterling.

Sebelumnya, Eddie Howe memutuskan mundur usai hampir lima tahun menangani The Magpies sejak November 2021. Selama masa baktinya, Howe membawa klub dua kali lolos ke Liga Champions dan mempersembahkan trofi Piala Liga musim 2024-2025. Di bawah asuhan Howe, Bruno Guimaraes menjadi pemain yang paling sering diturunkan dengan catatan 195 penampilan, diikuti Dan Burn dengan 193 laga dan Jacob Murphy sebanyak 183 laga.

"Setelah periode refleksi pribadi, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur dari peran saya," kata Howe, dilansir dari BBC.

Mantan pelatih berusia 48 tahun tersebut menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil demi kebaikan dirinya dan klub.

"Setelah hampir lima tahun memberikan hidup, hati, dan jiwa saya untuk klub dengan energi yang tak kenal lelah, saya merasa bahwa ini adalah yang terbaik bagi saya dan klub untuk mundur, mengisi ulang energi, dan beristirahat," kata Howe.

Keputusan tersebut dinilai berat namun harus diambil setelah melalui pertimbangan mendalam.

"Meskipun sangat sulit untuk membuat keputusan ini, saya tahu dalam hati saya bahwa ini adalah keputusan yang tepat," kata Howe.

Howe mengenang masa jabatannya sebagai momen terbesar dalam karier kepelatihannya.

"Merupakan suatu kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi manajer Newcastle United," kata Howe.

Ia juga mengingat kembali perjalanan tim selama di St James' Park dari perjuangan menghindari degradasi hingga tampil di kompetisi Eropa.

"Ada begitu banyak momen luar biasa selama kami berada di sini. Dari berjuang menghindari degradasi di musim pertama kami hingga berbagai malam tak terlupakan di St James' Park di Liga Champions tak lama kemudian. Perkembangannya sangat cepat," kata Howe.

Persatuan seluruh elemen klub disebutnya sebagai kunci utama keberhasilan tim selama ini.

"Semua orang bersatu, dan betapa hebatnya kekuatan yang kami miliki," kata Howe.

Pengalaman mengasuh The Magpies memberikan kenangan mendalam bagi pelatih asal Inggris tersebut.

"Semua ini adalah kenangan yang akan saya hargai seumur hidup saya," kata Howe.

Meski memilih berpisah, Howe tetap menaruh harapan besar terhadap prospek masa depan Newcastle United.

"Saya tetap sangat positif dan antusias tentang masa depan Newcastle," kata Howe.

Ia percaya jajaran manajemen dan suksesornya mampu membawa klub kembali meraih kesuksesan.

"Klub ini berada di tangan yang fantastis dengan tim kepemimpinan yang hebat dan saya tidak ragu bahwa bersama-sama, dengan siapa pun yang datang untuk menggantikan saya, mereka akan terus memberikan kesuksesan di lapangan," kata Howe.

Pihak klub mengapresiasi penuh kontribusi besar yang diberikan oleh Howe beserta seluruh jajaran staf kepelatihannya selama di St James' Park.

"Eddie dan stafnya pergi dengan rasa terima kasih yang mendalam," kata Hopkinson, Chief Executive Newcastle.

Hopkinson menegaskan rasa terima kasih klub atas pencapaian luar biasa yang diukir sang manajer.

"Meskipun kami tentu saja kecewa melihat Eddie pergi, kami tetap sangat berterima kasih atas semua yang telah ia lakukan untuk klub," kata Hopkinson.

Mengenai arah baru strategi keuangan klub, Hopkinson mengakui Newcastle tidak bisa lagi berbelanja tanpa batas seperti di awal akuisisi PIF.

"Itu masa yang luar biasa, tetapi kami hidup melampaui kemampuan kami. Pada akhirnya, tagihan kartu kredit memang harus dibayar," kata Hopkinson.

Ia menegaskan komitmen klub untuk bergerak ke depan dengan pengelolaan finansial yang lebih seimbang.

"Kami bergerak maju dengan cara yang berkelanjutan," kata Hopkinson.

Penyesuaian strategi ini diharapkan menjadi fondasi bagi era baru Newcastle United dalam jangka panjang.

"Kami menyesuaikan diri dengan realitas kami. Tetapi dari titik ini kami akan membuat lompatan besar ke depan dan mencapai posisi di mana kami bisa menang secara reguler. Newcastle 2.0 akan muda, hungry, ambisius, dan tanpa ampun," kata Hopkinson.

Di awal kepemimpinan Jaissle, Newcastle meraih hasil positif pada laga uji coba pramusim dengan menaklukkan Valencia 2-1 di Stadion Mestalla. Penyerang Yoane Wissa memborong dua gol kemenangan Newcastle usai memanfaatkan umpan pemain baru Bazoumana Toure.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed