Nilai Tukar Euro Melemah Terhadap Dolar AS Akibat Ketegangan Timur Tengah
Nilai tukar mata uang euro mengalami penurunan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh kisaran 1,1614 dolar AS pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Pelemahan mata uang kawasan Eropa ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan hasil positif di luar ekspektasi pasar.
Bank Sentral Eropa menetapkan kurs referensi euro pada angka 1,1614 dolar AS, mengalami penurunan dibandingkan hari Selasa yang berada pada level 1,1649 dolar AS berdasarkan laporan ad-hoc-news.de. Kondisi ini membuat nilai satu dolar Amerika Serikat setara dengan 0,8610 euro dari yang sebelumnya 0,8584 euro. Selain terhadap dolar AS, Bank Sentral Eropa juga menetapkan nilai referensi euro sebesar 0,86370 pfund Inggris, 185,66 yen Jepang, dan 0,9167 franc Swiss.
Dilansir dari wallstreet-online.de, pergerakan pasangan mata uang EUR/USD saat ini berada dalam fase konsolidasi yang cenderung stagnan di angka 1,16175 dolar AS dengan sentimen pasar netral hingga sedikit bearish. Sentimen ini dipengaruhi oleh posisi dolar AS sebagai mata uang acuan global yang dinilai aman di tengah risiko penutupan Selat Hormuz di Iran yang mengancam pasokan energi Eropa.
Faktor penguatan dolar AS juga didorong oleh indeks manajer pembelian sektor industri Amerika Serikat bulan Mei yang menunjukkan pemulihan aktivitas ekonomi yang kuat. Berdasarkan data ekonomi tersebut, ketahanan ekonomi Amerika Serikat terhadap tantangan geopolitik global memicu spekulasi pasar mengenai potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve.
Di sisi lain, pergerakan harga komoditas global menunjukkan dinamika yang berbeda di mana harga emas internasional mengalami penurunan. Harga satu ons emas murni tercatat berada di level 4.464 dolar AS, atau mengalami penurunan sebesar 74 dolar AS dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow