Norwegia Singkirkan Brasil dari Piala Dunia 2026 Lewat Laga Bersejarah
Tim nasional Norwegia secara mengejutkan menyingkirkan Brasil dari babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah memetik kemenangan 2-1 di Stadion MetLife, New Jersey, pada Minggu waktu setempat. Hasil ini membuat tim asuhan Carlo Ancelotti mencatatkan kegagalan bersejarah sekaligus mengulang memori kelam 28 tahun lalu saat tumbang dari lawan yang sama.
Dilansir dari CBS Sports dan Sports Illustrated, penyerang Erling Haaland menjadi momok utama Selecao dengan mencetak dua gol pada babak kedua. Gol pertama tercipta melalui sundulan terarah pada menit ke-79, disusul penyelesaian akhir dari luar kotak penalti menjelang laga usai.
Brasil sebenarnya mendapatkan peluang emas di babak pertama lewat titik putih setelah Matheus Cunha dilanggar, namun eksekusi Bruno Guimaraes berhasil ditepis kiper Orjan Nyland. Skuad Amazon baru bisa memperkecil skor lewat penalti Neymar pada menit ke-100.
Kekalahan ini memicu gelombang kritik dari mantan pemain hingga pendukung. Mantan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic, memberikan penilaian tajam mengenai pudarnya mentalitas juara tim Samba di era sepak bola modern.
"Brazil trở thành một bảo tàng lớn của bóng đá. Mọi người đều ngưỡng mộ lịch sử của họ," kata Ibrahimovic kepada vietnam.vn.
Ia menggarisbawahi bahwa nama besar Brasil kini tidak lagi mengintimidasi lawan secara psikologis seperti pada generasi sebelumnya. Menurutnya, kegagalan adaptasi dengan intensitas taktik modern menjadi penyebab utama.
"Không còn ai sợ Brazil nữa" ujar Ibrahimovic menambahkan.
Di sisi lain, Ibrahimovic memberikan apresiasi tinggi atas performa disiplin dan rasa percaya diri yang ditunjukkan oleh kolektif tim Norwegia sepanjang pertandingan.
"Họ chơi rất tự tin, kiểm soát trận đấu theo cách của mình và chiến đấu đến phút cuối," tutur Ibrahimovic.
Laga ini juga diwarnai ketegangan interpersonal di lapangan. Berdasarkan laporan DAZN, Neymar terlibat adu mulut dengan kiper Norwegia, Orjan Nyland, sesaat setelah mencetak gol penalti kedua bagi Brasil.
"Không phải tôi" cetus Neymar sembari mengarahkan telunjuk ke dirinya sendiri di hadapan Nyland.
Aksi provokasi tersebut bermula ketika Nyland mencoba merusak konsentrasi pemain sebelum tendangan dilakukan. Kiper yang sempat menggagalkan penalti Guimaraes di babak pertama itu melontarkan pertanyaan psikologis kepada Neymar.
"Cậu muốn sút vào đâu?" tanya Nyland saat itu.
Kendati berhasil membalas psywar tersebut, Neymar tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dan tampak menangis setelah peluit panjang berbunyi. Di ruang konferensi pers, pelatih Carlo Ancelotti langsung merespons spekulasi mengenai masa depannya di kursi kepelatihan.
"Toan bộ đội hình đều thất vọng, nhưng đây không phải là kết thúc, mà là sự khởi đầu của một chu kỳ mới. Chúng tôi sẽ tiếp tục làm việc để cải thiện đội tuyển này," tegas Ancelotti yang terikat kontrak hingga 2030 sebagaimana dilansir przegladsportowy.onet.pl.
Arsitek taktik asal Italia tersebut menilai anak asuhnya tidak layak menelan kekalahan jika merujuk pada dominasi peluang. Ia juga membeberkan alasan penunjukan Guimaraes sebagai eksekutor penalti pertama tim.
"Chúng tôi đã chuẩn bị các số liệu thống kê. Dựa trên đó, người đầu tiên là Neymar, người thứ hai là Raphinha, và Bruno là người thứ ba," urai Ancelotti menjelaskan bahwa hanya Guimaraes yang berada di lapangan pada menit ke-14.
Kemenangan ini mengantarkan Norwegia melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Stale Solbakken kini menunggu pemenang dari pertandingan antara Inggris dan Meksiko.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow