ParaZero dan Axon Vision Meluncurkan Sistem Anti Drone Berbasis AI

Smallest Font
Largest Font

ParaZero Technologies dan Axon Vision meluncurkan sistem penangkal drone terintegrasi berbasis kecerdasan buatan pada Senin, 27 Juli 2026. Teknologi intersepsi jaring ini dirancang khusus untuk melindungi fasilitas energi, bandara, serta infrastruktur kritis dari ancaman drone.

Penggabungan ini memadukan sistem perlindungan drone ForceField milik Axon Vision dengan pencegat jaring otonom DefendAir buatan ParaZero. Integrasi tersebut melengkapi respons kinetik pencegat drone sebelumnya dengan kemampuan pencegatan non-destruktif untuk menekan risiko kerusakan kolateral.

Sistem gabungan ini mengandalkan deteksi elektro-optik pasif, analisis kecerdasan buatan, dan manajemen keterlibatan di bawah kendali manusia. Uji coba kampanye di Israel telah memvalidasi interoperabilitas kedua sistem dalam kondisi operasional yang representatif, seperti dilaporkan unmannedairspace.info.

Di samping itu, ParaZero Technologies menerima pesanan DefendAir Net Pod dari unit bisnis ketiga perusahaan pertahanan global Tier-1 asal Israel pada 24 Juli 2026. Pesanan ini mencakup unit Net Pod dan dukungan integrasi khusus ke dalam sistem Counter-UAS otonom milik pelanggan.

DefendAir Net Pod difungsikan sebagai lapisan intersepsi fisik berbasis jaring tanpa bahan peledak untuk menghentikan drone berbahaya. Konfigurasi modularnya mendukung integrasi ke platform pertahanan otonom, tetap, seluler, maupun tanpa awak.

CEO ParaZero Technologies Ariel Alon memberikan penjelasan mengenai strategi pertahanan drone terkini.

"Pertahanan drone modern tidak bisa hanya mengandalkan satu lapisan," kata CEO ParaZero Technologies Ariel Alon.

Alon menilai pesanan dari unit bisnis ketiga tersebut membuktikan pemahaman industri yang kian berkembang terkait pentingnya penggabungan berbagai teknologi pertahanan.

"Melalui Net Pods dan dukungan rekayasa kami, kami membantu mengubah visi pertahanan berlapis tersebut menjadi kemampuan operasional di berbagai platform dan misi," kata CEO ParaZero Technologies Ariel Alon.

Sementara itu, pluang.com melaporkan bahwa proyek eksplorasi tambang emas Eau Claire milik Fury Gold Mines di Quebec Utara telah melanjutkan aktivitas pengeboran. Operasional tahap kedua berjalan sesuai rencana setelah sempat dihentikan sementara akibat kebakaran hutan di sekitarnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed