Paris Saint-Germain Takluk dari Paris FC Jelang Final Liga Champions
Paris Saint-Germain menelan kekalahan 1-2 dari rival sekotanya, Paris FC, dalam laga terakhir Ligue 1 di Stade Jean-Bouin pada Senin, 18 Mei 2026 dini hari WIB. Hasil negatif ini menjadi evaluasi serius bagi armada Luis Enrique menjelang partai final Liga Champions melawan Arsenal akhir bulan nanti.
Kekalahan tersebut tidak mengubah posisi PSG yang telah mengamankan gelar juara Liga Prancis musim ini dengan koleksi 76 poin, sementara Paris FC menyudahi kompetisi di peringkat ke-11 dengan 44 poin berdasarkan laporan laman resmi Ligue 1. Les Parisiens sejatinya unggul lebih dulu melalui sepakan Bradley Barcola pada menit ke-50 setelah memanfaatkan umpan Fabian Ruiz.
Namun, Paris FC bangkit dan membalikkan kedudukan lewat dua gol Alimamy Gory, masing-masing pada menit ke-76 setelah bola sepakan Pierre Lees-Melou berbelok arah, serta gol penentu pada masa injury time menit ke-90+4 melalui skema serangan balik yang diawali umpan silang Luca Koleosho.
Kekecewaan mendalam atas performa anak asuhnya di lapangan langsung dilontarkan oleh pelatih kepala PSG, Luis Enrique, yang menilai timnya bermain tanpa motivasi dan intensitas yang semestinya.
"Standar di babak pertama sungguh rendah. Inilah yang terjadi kalau bermain tanpa intensitas dan ambisi," ujar Luis Enrique kepada Ligue 1+ usai laga.
Meskipun menyadari situasi pertandingan yang sudah tidak menentukan lagi bagi posisi klub di klasemen, Enrique menegaskan bahwa setiap pemain profesional yang mengenakan seragam PSG wajib menjaga standar permainan tinggi mereka.
"Ada banyak alasan, tetapi saya tidak suka alasan. Saya tahu sulit untuk memainkan laga seperti ini karena apa motivasinya? Tidak ada motivasi. Tetapi berbeda saat Anda bermain untuk Paris Saint-Germain," kata Luis Enrique.
Evaluasi tajam ini menjadi catatan penting mengingat pertandingan derby ini merupakan laga kompetitif terakhir bagi Les Parisiens sebelum menghadapi tantangan besar dari Arsenal di kompetisi tertinggi Eropa.
"Anda bisa kalah, tetapi saya selalu mengharapkan lebih dari para pemain. Itulah arti profesionalisme bagi saya. Mereka memiliki niat, tetapi tanpa intensitas, sulit untuk bermain sepak bola. Hari ini, kami perlu termotivasi, dan itulah mengapa saya kecewa," tutur Luis Enrique.
Sikap tegas sang manajer mendapat respons langsung dari para pemain, salah satunya Joao Neves yang menegaskan komitmen tim untuk segera membenahi performa kolektif mereka demi target besar di Hungaria.
"Kami tidak suka kalah dalam laga seperti itu. Saya pikir dia (Enrique) memiliki sikap yang tepat saat ini karena kami tak bermain sebaik yang seharusnya, kami tak berhasil melakukan hal-hal yang biasanya kami lakukan, dan kami akan belajar dari kesalahan-kesalahan ini," ujar Joao Neves.
Gelandang muda tersebut memastikan bahwa seluruh skuad akan bekerja keras meningkatkan level permainan mereka agar mampu tampil dalam performa puncak di partai puncak.
"Kami akan meningkatkan performa untuk final karena ini adalah laga terakhir musim ini bagi kami. Kami ingin tiba di Budapest (lokasi final Liga Champions) dengan PSG yang dalam kondisi terbaik," jelas Joao Neves.
Di samping hasil pertandingan, sorotan juga tertuju pada kondisi kebugaran Ousmane Dembele yang ditarik keluar lebih awal demi menghindari risiko cedera otot betis kanan yang lebih parah, yang sempat menimbulkan kekhawatiran menjelang laga kontra Arsenal.
"I think it’s just fatigue. What we are talking about today is just speculation, but I don’t think it’s anything serious, and there are still two weeks left," kata Luis Enrique kepada media.
Pihak klub mengonfirmasi peraih Ballon d'Or tersebut sedang menjalani perawatan khusus untuk ketidaknyamanan otot betisnya, dengan staf medis PSG optimis waktu istirahat 12 hari akan cukup untuk memulihkan sang pemain menjelang laga final pada 30 Mei.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow