IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah Akibat Tekanan Pasar Global

Smallest Font
Largest Font

Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 3% dan nilai tukar rupiah melemah selama empat hari beruntun.

Dilansir dari CNBC Indonesia, IHSG merosot 3,56% atau turun 217 poin ke level 5.883,88 akibat sentimen negatif setelah MSCI memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham, free float, dan dugaan perdagangan terkoordinasi di Indonesia.

Nilai transaksi di bursa domestik mencapai Rp15,15 triliun dengan aksi jual oleh investor asing mencatatkan total outflow hingga Rp1,17 triliun, di mana seluruh sektor perdagangan berakhir di zona merah.

Sementara itu, mata uang rupiah ditutup melemah 0,50% ke level Rp17.925/US$ akibat penguatan dolar AS yang dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan hawkish bank sentral AS di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh.

Di sisi lain, pasar obligasi dalam negeri menunjukkan penguatan dengan penurunan yield SBN tenor 10 tahun sebesar 0,71% ke level 7,167% yang mencerminkan adanya aksi beli.

Koreksi juga melanda bursa teknologi Wall Street dan sektor energi global seiring jatuhnya harga minyak mentah dunia, di mana kontrak berjangka Brent turun 4,33% ke US$73,74 per barel.

Penurunan tajam pada saham teknologi, seperti Micron Technology dan Sandisk, dinilai sebagai bagian dari penyesuaian pasar terhadap ekspektasi laba perusahaan yang sudah terlalu tinggi.

"Penurunan saham teknologi merupakan koreksi yang sehat karena banyak saham di sektor ini sudah mengalami kenaikan yang terlalu tinggi," kata Rick Gardner, Chief Investment Officer di RGA Investments.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed