Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur Nasional Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah menetapkan dua Hari Libur Nasional pada bulan Juni 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, dan 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026.

Dilansir dari kompas.com, ketetapan resmi dari Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut memastikan tidak ada jatah cuti bersama yang diberikan oleh pemerintah sepanjang bulan Juni 2026.

Masyarakat masih dapat memanfaatkan tanggal merah akhir pekan yang jatuh pada hari Minggu, yakni tanggal 7, 14, 21, dan 28 Juni 2026, dengan potensi libur panjang pada akhir Mei hingga awal Juni 2026.

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni sendiri merujuk pada momen bersejarah sidang Badan Penyelidik Usaha-Unsur Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tahun 1945.

Berdasarkan informasi dari detik.com yang mengutip situs resmi Kementerian Keuangan, pemilihan tanggal tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 untuk mengenang pidato Soekarno tentang lima dasar negara yang dinamakan Pancasila.

Pancasila memiliki arti lima prinsip atau asas yang kemudian disempurnakan oleh Panitia Sembilan sebelum ditetapkan menjadi dasar negara Indonesia merdeka.

Melalui Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2026, tema resmi yang diusung tahun ini adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia".

Puncak peringatan nasional Hari Lahir Pancasila 2026 akan dipusatkan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan melibatkan 63 putra putri terbaik daerah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, Noldy Hosea Pellokila mengonfirmasi bahwa para personel tersebut merupakan mantan anggota Paskibra 17 Agustus 2025 yang telah melewati proses seleksi ketat dari berbagai wilayah di NTT.

"Sebanyak 63 anggota Paskibraka ini adalah putra putri terbaik NTT yang akan bertugas pada upacara Hari Lahir Pancasila di Ende. Mereka mulai mengikuti persiapan dan latihan sejak 25 Mei," ujar Noldy Hosea Pellokila, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT kepada RRI pada Selasa, 26 Mei 2026.

Noldy menjelaskan pemilihan Ende didasari oleh nilai historis yang kuat karena kota ini menjadi tempat pengasingan dan perenungan Soekarno dalam merumuskan Pancasila.

"Ende bukan sekadar lokasi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi kebangsaan yang memiliki makna sejarah bagi Indonesia," kata Noldy Hosea Pellokila, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ende juga telah menyiapkan rangkaian acara pendukung seperti malam renungan, parade kebangsaan, pemutaran film Bung Karno, hiburan rakyat, serta promosi produk UMKM lokal.

"Melalui momentum ini, kita ingin memperkuat karakter generasi muda agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," ujar Noldy Hosea Pellokila, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.

Sejumlah pejabat tingkat nasional beserta unsur pimpinan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dijadwalkan hadir langsung dalam upacara peringatan tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed