Pemkab Sangihe Perjuangkan Bantuan Penanganan Pascagempa
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus mengawal usulan bantuan lanjutan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana gempa bumi. Upaya ini disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari pada Rabu, 22 Juli 2026.
Pengawalan usulan bantuan difokuskan pada penanganan rumah warga yang rusak berat, penyediaan tempat tinggal bagi warga yang kehilangan hunian, serta perbaikan fasilitas infrastruktur desa. Langkah tersebut diambil akibat keterbatasan anggaran daerah dalam menanggulangi dampak bencana secara mandiri.
"Saya berharap adanya bantuan anggaran mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas, sehingga penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak dapat segera direalisasikan," kata Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari.
Sebelumnya, Pemkab Kepulauan Sangihe telah memperpanjang masa status tanggap darurat selama tiga bulan sejak berakhirnya periode pertama pada 22 Juni 2026. Langkah ini bertujuan untuk menjamin operasional penanganan penanggulangan bencana di lapangan tetap berjalan secara optimal.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis data gempa berkekuatan magnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 01:33 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada kedalaman 10 kilometer serta berjarak 234 kilometer barat laut Pulau Karatung.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu liar, serta menghindari bangunan retak guna memastikan keamanan struktur hunian sebelum kembali ditempati.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow