Pemprov DKI Gelar Salat Iduladha dan Periksa Daging Kurban
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memimpin pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah bersama warga di halaman Kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/5), sementara jajaran pemerintah daerah memperketat pemeriksaan kesehatan daging kurban di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Rano Karno mengambil alih sejumlah agenda seremonial karena Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang menunaikan ibadah haji. Warga terpantau memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIB untuk mengikuti salat dengan imam K.H. Muhammad Ali HM dan khatib Dr. K.H. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun.
“Alhamdulillah hari ini kita baru baru saja selesai mengikuti salat Iduladha 1447 Hijriah atau tahun masehinya 2026 di halaman Balai Kota ini. Salat ini dilaksanakan bersama warga sekitar Kebon Sirih dan insyaallah terbuka untuk umum,” ujar Rano pada wartawan di Balai Kota DKI.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Total dalam Pengabdian” pada peringatan tahun ini. Setelah ibadah, Wakil Gubernur menjadwalkan peninjauan pembagian hewan kurban bagi warga terdampak kebakaran di Tamansari, Jakarta Barat.
“Saya akan meninjau beberapa tempat khususnya untuk penyerahan sapi kurban. Yang pertama adalah di Jalan Ibrahim, Gang Langgar, Tamansari, di Jakarta Barat. Kurban diserahkan kepada warga korban kebakaran yang terjadi pada September tahun 2025,” katanya.
Rano Karno melanjutkan agenda kunjungan ke wilayah Jakarta Selatan untuk mengapresiasi inovasi pengamanan berbasis teknologi di kawasan yang meraih juara Siskamling se-DKI Jakarta tersebut.
“Kemudian saya menyerahkan kurban sapi ke Jalan Hidup Baru 3, Gang Haji Jeni, Gandaria Utara di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” kata Rano.
Apresiasi khusus diberikan kepada warga Gandaria Utara karena dinilai berhasil menjaga ketertiban lingkungan secara kreatif.
“Nah, alhamdulillah saya juga akan berkunjung ke beberapa wilayah seperti di Gandaria Utara karena saya mendapat mendengar bahwa mereka juara Siskamling se-DKI Jakarta, sekaligus menjadi wilayah yang peduli dengan keamanan dan kenyamanan warganya,” lanjutnya.
Kawasan tersebut menerapkan sistem pemantauan digital seperti CCTV, pelacak GPS, hingga tombol darurat.
“RT-nya cukup kreatif. Dia menciptakan berbagai macam teknologi untuk pengamanan wilayahnya. Untuk itulah saya khusus datang ke sana untuk memberikan apresiasi dan juga memberikan kurban,” ujar Rano.
Sementara itu, upaya menjamin keamanan pangan digencarkan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur melalui pemeriksaan post-mortem di berbagai lokasi, termasuk Masjid At-Tin, Makasar.
“Hari ini, kami melakukan pemeriksaan pemotongan hewan kurban di berbagai titik pemotongan yang ada di Jakarta Timur, salah satunya di Masjid At-Tin Makasar,” kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur Theresia Elita di Masjid AT-Tin, Jakarta Timur, Rabu.
Tim pemantau mengecek organ dalam seperti hati, jantung, dan paru-paru guna mengantisipasi penyakit menular.
“Pemeriksaan meliputi ante-mortem sebelum hewan dipotong dan post-mortem setelah hewan kurban disembelih. Itu kami pastikan,” ucapnya.
Langkah pengawasan pangan asal hewan ini diperketat seiring melonjaknya konsumsi daging oleh masyarakat saat perayaan Iduladha.
“Untuk memastikan masyarakat mengonsumsi daging yang sehat dan layak, semua harus melalui pemeriksaan,” jelasnya.
Sebanyak 173 personel gabungan dari unsur dinas, asosiasi dokter hewan, dan pramuka dikerahkan di 10 kecamatan wilayah Jakarta Timur. Dari sisi kebersihan, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga telah mengeluarkan imbauan sejak Selasa (26/5) agar warga menjaga sanitasi tempat pemotongan.
“Tentunya, saya mengajak semua masyarakat di Jakarta Timur, terutama terkait dengan pemeliharaan, kebersihan, ketertiban, kawasan tempat berkurban,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur Fauzi di Jakarta, Selasa (26/5).
Fauzi mengingatkan panitia kurban agar mengelola limbah dengan baik supaya tidak menimbulkan pencemaran di pemukiman sekitar.
“Kebersihan juga perlu diperhatikan kita semua agar limbah kurban tidak mencemari lingkungan sekitar,” ujar Fauzi.
Di wilayah penyeberangan, Sudin KPKP Jakarta Barat menerjunkan 146 petugas untuk memeriksa daging kurban di 121 lokasi pemotongan. Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat Bety Rohmawati menyampaikan bahwa pemeriksaan post-mortem dilakukan kolaboratif bersama IPB University dan organisasi profesi dokter hewan.
“Kami berkolaborasi dengan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedik IPB, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, serta Saka Taruna Bumi Pramuka,” katanya.
Bety memaparkan timnya disebar secara merata demi memastikan seluruh produk peternakan yang didistribusikan aman dari indikasi klinis berbahaya.
“Total ada 146 petugas yang melakukan pemeriksaan. Tersebar di 121 titik lokasi pemotongan,” ujarnya.
Kondisi fisik daging sehat ditandai dengan warna merah segar dan tidak berair, sedangkan organ dalam diwaspadai dari paparan cacing hati.
“Kalau dagingnya sehat, warnanya merah segar dan tidak berair. Sementara pada organ, kami waspadai adanya penyakit seperti cacing hati (Fasciola hepatica) yang bisa merusak jaringan hati,” ujar Bety.
Temuan penyakit cacing hati atau paru-paru yang menghitam akibat polusi udara membuat organ hewan tersebut harus segera diafkir.
“Kadang-kadang ditemukan. Kadang bisa kelihatan dari sapinya dia agak kurus, bulunya kasar. Dibuka ternyata ada cacingnya, atau mungkin paru-parunya bintik-bintik hitam. Karena dia selama di kandang mungkin dekat polusi udara, asap kendaraan, paru-parunya jadi hitam,” jelas Bety.
Salah satu pemotongan di Masjid At-Taqwa, Kemanggisan, Palmerah, mendapat pemantauan langsung dari petugas KPKP dan pihak kecamatan. Ketua Panitia Kurban Masjid At-Taqwa Syarifuddin Yahya mengonfirmasi kesiapan logistik distribusi pangan untuk warga sekitar.
“Distribusi dilakukan untuk warga di sekitar Kemanggisan hingga Tanjung Duren. Dengan sistem pembagian ring satu hingga ring tiga,” ujarnya.
Camat Palmerah Febriandi Suharto mengapresiasi kedisiplinan panitia serta bantuan pengawasan dari tim medis hewan yang bertugas di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengurban yang telah menyalurkan hewan kurbannya. Juga kepada jajaran KPKP yang melakukan pemeriksaan sehingga daging yang dibagikan kepada mustahik dipastikan layak konsumsi,” jelasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow