Umat Islam Peringati Iduladha 1447 H Melalui Ibadah dan Kurban
Umat Islam di berbagai wilayah Indonesia memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5/2026) hingga Jumat (29/5/2026) dengan menyelenggarakan Shalat Id, penyembelihan puluhan hewan kurban, serta penguatan esensi ketakwaan dan perlindungan keluarga berbasis syariah.
Di Semarang, ratusan jemaah memadati Masjid Al Hikmah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah untuk mengikuti Shalat Iduladha. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Maskur, bertindak sebagai khatib dalam rangkaian ibadah tersebut.
"Segala kemuliaan dan kenikmatan yang kita miliki hakikatnya berasal dari Allah SWT. Maka sudah sepantasnya kita mengagungkan Allah dengan memperbanyak takbir dan tasbih," ujar Hidayat Maskur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.
Hidayat Maskur kemudian mengingatkan para jemaah agar senantiasa menjaga keimanan dan sikap tawadhu dalam kehidupan bermasyarakat.
"Jangan merasa suci dengan merendahkan yang lainnya. Karena itu, mari kita biasakan membaca Subhanallahi wabihamdih sebagai bentuk pengingat diri kepada Allah," tambah Hidayat Maskur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.
Ia juga menguraikan bahwa ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang membutuhkan pengorbanan besar dari kaum muslimin.
"Haji dilaksanakan jutaan manusia dari seluruh dunia. Meski berat dan menyita tenaga serta waktu, antusias umat Islam menjalankannya begitu luar biasa," kata Hidayat Maskur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.
Selain haji, peristiwa kurban juga menjadi teladan penting mengenai nilai kemanusiaan dan kepatuhan atas perintah Allah SWT.
"Peristiwa ini mengajarkan bahwa nyawa manusia sangat berharga. Islam menghargai hal-hal duniawi, termasuk anak dan istri, selama tidak berlebihan hingga melalaikan perintah Allah," jelas Hidayat Maskur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk mengendalikan diri dari segala keburukan demi menjaga keharmonisan hidup.
"Yang harus kita sembelih sesungguhnya adalah hawa nafsu, karena itulah yang sering merusak segalanya," tegas Hidayat Maskur, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Tuan Guru Haji Shaleh Yusran menyampaikan khutbah Iduladha di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya setelah pelaksanaan Shalat Id selesai digelar.
"Keikhlasan, ketaatan dan kejujuran itu dalam menegakkan perintah Allah SWT," tegas Shaleh Yusran, Khatib Masjid Assa'adah.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi penentu utama kesempurnaan ibadah kurban yang dilakukan oleh setiap umat Islam.
"Contoh dari keikhlasan, ketaatan dan kejujuran Nabi Ibrahim dan Ismail tersebut menjadi ketauladanan Nabi-Nabi berikutnya. Bahkan bagi umat Nabi Muhammad SAW merupakan sunat yang dianjurkan untuk melakukan ibadah kurban," ujar Shaleh Yusran, Khatib Masjid Assa'adah.
Ia menambahkan pesan keagamaan yang mengingatkan kaum muslim yang memiliki kelapangan rezeki untuk tidak meninggalkan ibadah tahunan ini.
"Seorang Muslim yang mampu melaksanakan ibadah kurban, tapi tidak melakukan jangan mendekati tempat ibadah ku (Nabi Muhammad SAW)," demikian Shaleh Yusran, Khatib Masjid Assa'adah.
Momentum Iduladha juga dimaknai sebagai refleksi dalam merencanakan masa depan dan perlindungan keluarga melalui prinsip syariah.
"Menyiapkan perlindungan bukanlah bentuk ketidakpercayaan pada takdir, melainkan wujud tanggung jawab untuk menjaga keluarga dan orang-orang yang dicintai," ujar Fauzi Arfan, Presiden Direktur dan CEO Manulife Syariah Indonesia.
Fauzi Arfan menjelaskan bahwa asuransi jiwa syariah mengedepankan sistem gotong royong demi kemaslahatan bersama.
"Asuransi syariah bukan sekadar proteksi individu. Ia adalah sistem gotong royong yang menghidupkan semangat berbagi, mendorong masyarakat bertumbuh bersama, dan menciptakan dampak nyata bagi sesama melalui setiap kontribusi," kata Fauzi Arfan, Presiden Direktur dan CEO Manulife Syariah Indonesia.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan proteksi yang amanah dalam memberikan rasa aman yang berkelanjutan.
"Ketika perlindungan dirancang dengan nilai amanah dan kebermanfaatan, ia tidak hanya memberi rasa aman hari ini, tetapi juga berdampak positif yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat," ujar Fauzi Arfan, Presiden Direktur dan CEO Manulife Syariah Indonesia.
Di Malang, Universitas Brawijaya menyembelih 51 hewan kurban yang terdiri dari 28 sapi, 22 kambing, dan satu domba, lalu membagikan ribuan paket daging kepada masyarakat dan sivitas akademika.
"Momentum Iduladha ini menjadi bagian dari pembentukan kepribadian mahasiswa juga. Jadi bukan hanya soal penyembelihan hewan kurban atau ibadah tahunan semata, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian dan kebersamaan di lingkungan kampus," jelas Dr Mohamad Anas MPhil, Kepala UPT Pembinaan Keagamaan dan Pengembangan Kepribadian (PKPK) UB.
Seluruh proses pemotongan dipusatkan di Gazebo UB dengan menerapkan standar kebersihan dan pembuangan limbah khusus.
"Ada dokter hewan dan tim asistennya yang melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan, termasuk pengecekan organ dalam untuk memastikan daging aman dikonsumsi," jelas In'amul Wafi, Panitia Kurban UB.
Pihak panitia juga bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal profesional demi memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
"Lokasi pemotongan dipusatkan di area Gazebo karena memiliki aliran pembuangan yang sudah disiapkan. Darah hewan juga ditampung terlebih dahulu sebelum diurai agar tidak mencemari lingkungan," tambah In'amul Wafi, Panitia Kurban UB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow