Pendapatan CPO Bumitama Agri Capai Rp10,27 Triliun Pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

Bumitama Agri Ltd membukukan pendapatan dari bisnis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebesar Rp10,27 triliun pada semester I 2026. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 23 persen dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,32 triliun.

Dilansir dari InfoSAWIT dan Media Kampung berdasarkan laporan tengah tahun Bumitama pada Senin, 17 Agustus 2026, kontribusi komoditas CPO mencapai sekitar 85 persen dari total pendapatan perusahaan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatkan volume produksi, volume penjualan, serta harga jual rata-rata CPO yang lebih tinggi.

Volume produksi CPO perusahaan tercatat mencapai 672.590 ton sepanjang semester pertama 2026, naik 11 persen dari 609 ribu ton pada periode sama tahun 2025. Tren produksi mengalami kenaikan signifikan pada kuartal II 2026 dengan menghasilkan 362 ribu ton CPO, bertambah 17 persen dari kuartal I 2026 yang sebesar 310 ribu ton.

Dari sektor pemasaran, Bumitama menjual 696 ribu ton CPO selama semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 21 persen dari penjualan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 574 ribu ton.

Kenaikan penjualan turut didukung oleh rata-rata harga jual CPO yang menguat dari Rp14,5 juta per ton pada semester I 2025 menjadi Rp14,7 juta per ton pada semester I 2026.

Peningkatan produksi CPO ditopang oleh pasokan tandan buah segar (TBS), dengan panen internal mencapai 1,86 juta ton atau naik 13 persen secara tahunan. Produktivitas kebun internal bertambah 16 persen dari 9,2 ton per hektare menjadi 10,7 ton per hektare, sehingga total panen TBS naik 10 persen dari 2,73 juta ton menjadi sekitar 3 juta ton.

Bumitama juga mencatat kenaikan tipis pada tingkat oil extraction rate (OER) dari 22,4 persen menjadi 22,5 persen. Efisiensi rendemen ini secara langsung ikut menyokong pertumbuhan volume produksi CPO.

Prospek pasar minyak nabati pada semester kedua 2026 diperkirakan terdorong oleh peningkatkan penyerapan minyak sawit domestik melalui implementasi kebijakan biodiesel B50 di Indonesia. Selain itu, potensi pengetatan pasokan global dan volatilitas harga energi akibat faktor geopolitik turut memengaruhi pergerakan komoditas ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed