Pep Guardiola Ungkap Krisis Pribadi dan Tekanan di Manchester City

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengungkap tekanan besar dan krisis pribadi yang dialaminya selama dua tahun terakhir bersama klub dalam dokumenter "Obsesi Indah" yang tayang di Amazon Prime.

Dokumenter ini menampilkan momen emosional November 2025 setelah kekalahan 0-2 dari Bayer Leverkusen di Liga Champions, saat Guardiola meledak di ruang ganti dan mengancam akan mengundurkan diri.

Dalam pidatonya, Guardiola menyatakan frustrasi mendalam dan mengancam pemainnya, "Jika aku melihat satu wajah sedih di akhir musim, aku akan membunuh kalian. Jika aku melihat wajah kalian mengeluh, aku akan membunuh kalian." Ucapan ini mencerminkan tekanan besar yang ia rasakan.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengaitkan kondisi keluarganya yang sedang mengalami perceraian dengan performa tim yang menurun. "Aku sedang melalui kondisi perceraianku, dan keluargaku jauh dariku karena kalian semua, dan apa yang aku dapatkan sebagai gantinya? Penampilan memalukan ini," ujar Guardiola.

Dokumenter juga mengungkap pidato emosional Guardiola pada Desember 2024 setelah kekalahan dari Juventus, di mana ia menyatakan, "Aku bercerai dengan perempuan tercantik di planet kalian, istri saya. Kami telah kehilangan gairah itu," dan menyerukan agar para pemain menunjukkan gairah dalam bermain sepak bola.

Guardiola menegaskan, "Saya tidak ingin pemain bagus, saya ingin pemain yang punya gairah," saat timnya hanya menang satu kali dari 13 pertandingan antara Oktober dan Desember 2024.

Pada musim yang sulit ini, Guardiola mengatakan, "Aku bekerja untuk kalian dan mengorbankan hidup saya untuk itu - perceraian saya, keluarga saya, yang jauh di sana," lalu menuntut balasan dari para pemainnya atas dedikasinya.

Presiden Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menyatakan kesulitan meyakinkan Guardiola agar tetap bertahan, dengan mengatakan, "Aku selalu berhasil meyakinkannya, tetapi tahun lalu aku menyadari bahwa kali ini ia benar-benar melihat serigala." Pernyataan ini menggambarkan betapa krisis yang dialami Guardiola sangat berat.

Selain masalah pribadi dan tekanan di lapangan, dokumenter menampilkan momen emosional di final Piala FA Mei 2026, saat Guardiola memberi teguran keras kepada Erling Haaland di jeda pertandingan, menuntut peningkatan performa untuk meraih kemenangan.

Kemenangan 1-0 atas Chelsea di final tersebut menjadi gelar ke-20 Guardiola bersama Manchester City, sekaligus menjadi salah satu momen terakhirnya bersama klub sebelum resmi mengumumkan kepergiannya pada Mei 2026.

Guardiola menyebutkan bahwa setelah kepergiannya, ia perlu waktu untuk memulihkan diri dari persoalan pribadi dan mencari ketenangan, "Saya harus membereskan banyak hal dalam kehidupan pribadi saya dan menemukan diri saya lagi," ujarnya dalam dokumenter tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed