Harga Bitcoin Fluktuatif Menjelang Penentuan Level Resistance 82.000 Dollar AS
Aset kripto Bitcoin (BTC) bertahan pada kisaran 80.000 dollar AS di tengah ketidakpastian pasar global akibat konflik Iran pada Jumat (15/5/2026). Nilai tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 546,24 dollar AS dibandingkan perdagangan hari sebelumnya meski momentum penguatan mulai terlihat melambat.
Data perdagangan menunjukkan Bitcoin mengalami penguatan sebesar 7,39 persen secara bulanan dibandingkan posisi bulan lalu di level 74.604,22 dollar AS. Namun, nilai ini masih 22,79 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 103.777,74 dollar AS menurut laporan Kompas.com.
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini diperkirakan mencapai 1,33 triliun dollar AS, tetap mendominasi pasar jauh di atas Ethereum yang berada pada angka 233 miliar dollar AS. Para analis kini menjadikan level 82.000 dollar AS sebagai titik penentu arah pergerakan selanjutnya.
Laporan Cointelegraph melalui TradingView menyebutkan kegagalan menembus angka tersebut dapat memicu tren penurunan baru. Analis dari JDK Analysis memberikan catatan mengenai pola konsolidasi harga yang saat ini sedang terjadi.
"Untuk saat ini, harga masih berada dalam range, bergerak tepat di atas area penting ‘range high’," tulis JDK Analysis.
Pergerakan harga saat ini dibatasi oleh gap kontrak futures CME serta garis tren 200 hari yang menjadi penghambat utama. Trader CGT Trader memprediksi kemungkinan terjadinya penembusan pada area support yang ada.
"Menurut saya, kali ini harga kemungkinan akan menembus support tersebut," ujar CGT Trader.
Sentimen negatif juga disampaikan oleh trader dari BitBull yang melihat adanya kegagalan dalam merebut kembali level kunci. Penurunan harga diprediksi dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
"Bitcoin kembali gagal merebut level 82.000 dollar AS. Tampaknya tren turun berikutnya bisa segera dimulai," kata BitBull.
Di sisi lain, trader Cryptic Trades optimis Bitcoin akan mengikuti tren positif pasar saham Amerika Serikat yang sedang mencetak rekor baru. Ia memperkirakan akan ada fase pengejaran harga dalam beberapa pekan mendatang.
"Bitcoin akan mengalami fase catch-up besar dalam beberapa pekan ke depan," tulis Cryptic Trades.
Trader Cai Soren menambahkan bahwa indikator Bollinger Bands menunjukkan pembeli masih aktif menjaga area pertahanan harga. Selama level support tersebut tidak ditembus, peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka lebar.
"Selama support tetap bertahan, momentum masih terlihat kuat untuk melanjutkan kenaikan," kata Cai Soren.
Ketidakpastian ini memicu likuidasi besar di pasar derivatif mencapai 330 juta dollar AS dalam 24 jam terakhir menurut data CoinGlass. Fortune mencatat volatilitas ekstrem tetap menjadi ciri khas Bitcoin sejak 2009, termasuk saat mencapai rekor tertinggi 126.198,07 dollar AS pada 6 Oktober 2025.
Sejarah mencatat fluktuasi nilai yang luar biasa, seperti transaksi 10.000 Bitcoin untuk pembelian pizza oleh Laszlo Hanyecz yang kini bernilai lebih dari 668 juta dollar AS. Faktor spekulasi, adopsi perusahaan seperti Tesla dan Ferrari, serta regulasi global terus menjadi penggerak utama harga aset digital ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow