Inggris Sempurnakan Persiapan Piala Dunia 2026 di Bawah Thomas Tuchel
Tim nasional Inggris memastikan diri sebagai negara Eropa pertama yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara setelah mencatatkan rekor sempurna 100 persen kemenangan sepanjang fase kualifikasi grup. Tim asuhan Thomas Tuchel ini dijadwalkan akan mengumumkan daftar final 26 pemain pada 22 Mei 2026 melalui siaran langsung dari Stadion Wembley.
The Three Lions menunjukkan dominasi pertahanan yang solid dengan tidak kebobolan satu gol pun dalam delapan pertandingan kualifikasi saat menghadapi Serbia, Albania, Latvia, dan Andorra. Dilansir dari rri.co.id, tim ini berhasil mencetak total 22 gol dan telah mengamankan tiket putaran final sejak Oktober 2025 dengan persiapan taktis di bawah disiplin tinggi Tuchel.
Kapten tim Harry Kane memimpin lini serang dengan performa produktif di level klub bersama Bayern Munchen dengan torehan 58 gol sepanjang musim 2025/2026. Penyerang berusia 32 tahun tersebut kini mengemas total 78 gol internasional dan berambisi mengakhiri puasa gelar dunia yang telah berlangsung selama 60 tahun sejak 1966.
Kane mengenang kegagalannya mengeksekusi penalti pada Piala Dunia 2022 di Qatar sebagai pelajaran mental yang krusial. Melansir cnnindonesia.com, Kane sempat merasa terpuruk sebelum akhirnya bangkit memecahkan rekor gol sepanjang masa milik Wayne Rooney.
"Secara pribadi, itu adalah momen paling sulit dalam karier saya," kata Harry Kane, Kapten Timnas Inggris sebagaimana dikutip dari laman FIFA.
Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut telah menempa dirinya untuk menjadi pemimpin yang lebih tangguh bagi rekan setimnya. Ketangguhan mental dianggap sebagai aspek utama untuk menghadapi tekanan besar dari publik Inggris.
"Tentu saja, saya harus benar-benar kuat secara mental untuk melaluinya, dan saya berhasil. Pada akhirnya saya merasa hal itu membuat saya jadi pemain yang lebih baik," ujar Harry Kane, Penyerang Inggris.
Kane juga memberikan pesan khusus kepada para pemain muda agar tidak terbebani oleh ketakutan akan kegagalan saat berlaga di panggung dunia. Ia mendorong tim untuk menikmati setiap momen pertandingan sebagai pencapaian puncak karier atlet profesional.
"Intinya, inilah impian Anda sejak kecil, dan saya rasa terkadang mudah untuk sampai di sini [Piala Dunia] dan kemudian takut kesempatan itu gagal. Namun, itu bagian dari kehidupan," tutur Harry Kane, Kapten Timnas Inggris dalam laporan babelinsight.id.
Bagi penyerang yang pernah meraih Golden Boot 2018 ini, latihan keras setiap hari adalah persiapan untuk membuktikan kemampuan di turnamen besar. Ia ingin memastikan rekan-rekannya memiliki kebebasan berekspresi di lapangan tanpa rasa cemas.
"Inilah yang kita perjuangkan. Itulah mengapa kita berada di lapangan dan berlatih setiap hari, untuk mendapat kesempatan seperti ini dan membuktikan diri di momen tersebut," tutur Harry Kane, Pemain Bayern Munchen.
Sebagai bentuk bimbingan kepada generasi baru, Kane mengingatkan bahwa durasi karier pesepak bola sangat terbatas. Ia tidak ingin peluang emas di turnamen besar terbuang sia-sia hanya karena faktor emosional.
"Ini jelas lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi di situ mungkin pemain berpengalaman seperti saya dapat membantu beberapa pemain muda untuk merasa bebas. Akhirnya, ini adalah karier yang pendek, dan kamu tidak mendapatkan kesempatan bermain di banyak turnamen besar, jadi mengapa menyia-nyiakannya dengan rasa takut? Pergi saja ke sana dan ekspresikan dirimu," kata Harry Kane, Kapten Timnas Inggris.
Mantan pemain Tottenham Hotspur ini merasakan antusiasme yang lebih besar menjelang Piala Dunia ketiganya. Ia menyadari sepenuhnya makna trofi tersebut bagi seluruh penggemar sepak bola di negaranya.
"Bagi saya, Piala Dunia adalah puncak dari karier pemain sepak bola profesional. Ini akan menjadi yang ketiga bagi saya, dan kegembiraannya hampir semakin kuat karena kamu tahu betapa berartinya hal itu," ujar Harry Kane, Penyerang Inggris.
Meski memiliki ambisi besar, Kane mengakui tantangan berat untuk meraih gelar juara dunia kedua bagi Inggris. Ia menyamakan perjuangan di kompetisi elite ini seperti upaya mendaki puncak yang sangat tinggi.
"Sudah lama sekali [sejak Inggris memenangkan Piala Dunia] dan saya tahu betapa setiap penggemar Inggris mendambakan Inggris untuk menang. Kita semua berharap bisa menjadi bagian dari sejarah itu, dan mengukuhkan nama kita dalam sejarah itu, tetapi kita juga tahu ada gunung besar yang harus didaki untuk sampai ke sana," ucap Harry Kane, Kapten Timnas Inggris.
Di bawah arahan Thomas Tuchel, penekanan pada aspek kekeluargaan menjadi fokus utama guna membangun tim yang solid selama delapan minggu masa turnamen. Kane percaya bahwa ikatan emosional di luar lapangan setara pentingnya dengan strategi taktis.
"Hal baik yang telah kami bangun dari waktu ke waktu, bahkan sebelum bos ada di sini, adalah kebersamaan itu. Thomas sangat menekankan hal itu sejak dia datang," ujar Harry Kane, Penyerang Inggris.
Kane meyakini persaudaraan antar pemain akan menjadi pembeda ketika tim menghadapi tekanan di fase gugur nanti. Hal ini didasari pengalaman Inggris yang mencapai final Euro berturut-turut beberapa tahun terakhir.
"Tentu saja, kamu punya taktik dan sisi sepak bolanya, tetapi ketika kamu pergi bersama rekan setim selama delapan minggu, ini banyak tentang bagaimana kamu terhubung dan persaudaraan yang kamu miliki," kata Harry Kane, Kapten Timnas Inggris.
Selain ketajaman Kane, kedalaman skuad menjadi sorotan utama setelah Thomas Tuchel menyerahkan daftar sementara 55 pemain kepada FIFA. Dilansir dari goal.com, beberapa nama lama seperti Trent Alexander-Arnold dari Real Madrid mendapatkan kesempatan kedua akibat krisis cedera di lini belakang.
Nama Luke Shaw dari Manchester United juga kembali masuk dalam pertimbangan setelah menunjukkan konsistensi di level klub pasca cedera panjang sejak Euro 2024. Selain pemain veteran, nama-nama baru seperti Alex Scott dari Bournemouth dan Danny Welbeck dari Brighton turut masuk dalam pantauan Tuchel.
Inggris tergabung dalam Grup L pada putaran final mendatang bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Pertandingan pembuka turnamen dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow