Persija Jakarta Targetkan Juara Liga Bersama Shin Tae-yong
Manajemen Persija Jakarta secara resmi memperkenalkan Shin Tae-yong sebagai juru taktik baru untuk memimpin tim mengarungi kompetisi Liga 1 musim depan. Pengumuman kerja sama berdurasi tiga tahun tersebut dilaksanakan secara langsung di Jakarta International Stadium pada Senin (8/6/2026).
Langkah strategis ini diambil manajemen Macan Kemayoran untuk mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung sejak tahun 2018. Guna memuluskan target besar tersebut, manajemen siap meningkatkan anggaran klub secara signifikan demi menyusun komposisi skuad yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan pelatih baru.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menjelaskan bahwa perekrutan mantan pelatih Timnas Indonesia ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang pihak klub. Pihak manajemen menyadari adanya konsekuensi finansial yang besar demi membawa tim ibu kota kembali ke papan atas domestik dan internasional.
“Tentunya setiap keputusan memiliki plus dan minus. Dengan Shin Tae-yong, kami berharap bisa meraih gelar juara dan bersaing di kompetisi Asia,” kata Mohamad Prapanca, Presiden Persija.
Peningkatan investasi ini dilansir dari kanal YouTube TVOne bertujuan agar Persija mampu bersaing dengan jajaran klub terbaik Asia. Setelah mendatangkan pelatih baru, manajemen Macan Kemayoran juga dilaporkan aktif di bursa transfer setelah melepas beberapa pemain asing mereka.
Sementara itu, Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapatkan beberapa penawaran dari klub luar negeri sebelum memantapkan pilihan bersama Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan tersebut mengaku faktor kedekatan emosional menjadi alasan utama dirinya kembali ke Indonesia.
"Ada banyak hal kenapa harus memilih Jakarta. Sebelum tawaran dari Persija Jakarta, sudah ada tawaran dari e Liga Jepang dan China," kata Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta.
Faktor adaptasi lingkungan juga memengaruhi keputusan mantan pelatih tim nasional ini untuk menolak tawaran dari negara lain. Berdasarkan wawancara di saluran YouTube resmi Persija, ia merasa sudah sangat mengenal atmosfer sepak bola di ibu kota.
"Kalau misalnya ke China, mungkin ada kesulitan ya, salah satunya seperti pelatih asing yang baru datang jadi enggak kenal apa-apa. Tetapi kan ya kalau Jakarta saya sangat kenal," ujar Shin Tae-yong.
Kecintaan terhadap kota Jakarta menjadi pertimbangan utama yang membuatnya tidak ragu menerima pinangan dari manajemen Macan Kemayoran. Ia menegaskan bahwa ikatan batinnya dengan publik sepak bola Indonesia sudah terjalin sangat kuat.
"Sebenarnya hanya satu hal saja (alasan memilih Persija), ini tim ibu kota dan juga ya memang sudah cinta Jakarta jadi akhirnya memilih Jakarta," tutur Shin Tae-yong.
Pelatih berusia 55 tahun ini memaparkan bahwa proses negosiasinya dengan pihak manajemen berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Kesepakatan tercapai setelah adanya komunikasi langsung dari pihak internal klub.
"Sebenarnya, sebelum saya bertemu pemilik tim Jakarta, saya mendapat tawaran dari tiga atau empat tim. Mereka menawari gaji yang sedikit lebih tinggi," ungkap Shin Tae-yong.
Meskipun mendapatkan iming-iming nilai kontrak yang lebih besar dari klub asing, ia tetap memilih untuk mengarsiteki Macan Kemayoran. Penolakan terhadap tawaran fantastis tersebut diakuinya murni karena panggilan hati.
"Saya benar-benar mencintai Jakarta dan Indonesia. Saya merasa harus datang ke Indonesia, perasaan itu sangat kuat tertanam di hati saya. Bisa dikatakan, sentimen terkuat saya adalah aku cinta Indonesia!" tegas Shin Tae-yong.
Mantan pelatih skuad Garuda ini juga menambahkan bahwa dirinya sudah memantau peta kekuatan kompetisi domestik sejak lama. Ia menilai Macan Kemayoran memiliki modal yang sangat baik untuk bersaing di papan atas bersama tim-tim besar lainnya.
"Saya sudah mengamati Persija. Saya pikir mereka tim yang bagus. Saya menganggap Persija, Persib, Borneo, dan Bali sebagai tim-tim unggulan di Liga Indonesia," tambah Shin Tae-yong.
Keputusan akhir untuk menandatangani kontrak bersama tim ibu kota ini diakuinya terjadi setelah adanya pertemuan khusus dengan pemilik klub. Jalinan komunikasi intensif tersebut menjadi penentu utama kerja sama ini.
"Pemilik menghubungi saya secara pribadi, dan kami mengadakan pertemuan. Selama pertemuan itu, saya akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan tim Jakarta," ungkap Shin Tae-yong.
Dalam upaya membangun skuad yang tangguh, juru taktik baru Persija ini menetapkan kriteria dan filosofi yang tegas mengenai karakter pemain yang diinginkannya. Dilansir dari Antara, ia mengutamakan aspek kerja keras dan kerendahan hati di lapangan.
"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan." ujar Shin Tae-yong.
Ketegasan mengenai karakter pemain ini menjadi fondasi utama dalam pembentukan taktik permainan kolektif yang akan diterapkannya. Ia memastikan tidak akan memberikan tempat bagi pemain yang enggan bekerja demi kepentingan bersama.
"Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola," kata Shin Tae-yong.
Lebih lanjut, ia menjabarkan contoh konkret mengenai bentuk pengorbanan taktis yang dituntut dari para anak asuhnya selama pertandingan berlangsung. Setiap posisi bermain wajib berkontribusi saat tim dalam kondisi bertahan.
"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ucap Shin Tae-yong.
Ia meyakini bahwa determinasi dan kebersamaan di atas lapangan akan menjadi kunci keberhasilan tim dalam mengarungi ketatnya jadwal kompetisi. Sikap pantang menyerah dari satu pemain diharapkan mampu menularkan energi positif ke seluruh anggota skuad.
"Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow