Perusahaan Jepang Minta Maaf Usai Dua Karyawan Tewas di Mal Aeon
Manajemen perusahaan Habita menyampaikan permohonan maaf resmi setelah dua karyawannya tewas dalam ledakan di Mal Aeon Kumamoto pascagempa magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7/2026). Dilansir dari Mainichi via kumparan, insiden tragis tersebut terjadi akibat salah satu pekerja diperintahkan kembali ke toko untuk menyimpan uang hasil penjualan ke dalam brankas.
Habita merupakan pengelola toko aneka barang yang beroperasi di lantai dua pusat perbelanjaan tersebut. Pihak eksekutif dan presiden perusahaan membenarkan bahwa instruksi untuk mengamankan uang penjualan membuat korban terjebak di dalam bangunan sebelum ledakan terjadi.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga dan manajemen Habita, salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai Kurumi Otake (22 tahun), warga Kumamoto. Korban lainnya merupakan staf toko yang ditugaskan kembali ke lokasi usaha tersebut.
Jajaran eksekutif Habita menghadiri acara penghormatan terakhir bagi Otake pada Minggu (2/8/2026) untuk menyerahkan dokumen kronologi kejadian sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban.
"Putri saya tidak akan kembali," kata ibu Otake dengan berlinang air mata setelah menerima permintaan maaf tersebut.
Presiden Habita, Keima Ueno, yang hadir dalam prosesi penyerahan dokumen tersebut juga menyatakan rasa penyesalan mendalam atas tragedi yang menimpa anggotanya.
"Saya merasa sangat menyesal dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," kata Keima Ueno.
Bencana gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo yang melanda kawasan Kumamoto tersebut secara keseluruhan telah menewaskan sedikitnya 28 orang per Kamis (30/7/2026), termasuk para korban jiwa dalam ledakan di Mal Aeon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow