Pesawat Biman Bangladesh Tertahan 40 Jam di Roma Akibat Gangguan AC
Pesawat Biman Bangladesh Airlines bernomor penerbangan BG306 rute Toronto menuju Dhaka terpaksa melakukan pendaratan darurat dan mengalami penundaan hingga 40 jam di Bandara Internasional Fiumicino, Roma, Italia, pada 7 Agustus 2026 akibat gangguan teknis pada sistem pendingin udara dan pengendalian tekanan kabin.
Penerbangan yang mengangkut 259 penumpang tersebut mulanya berangkat dari Bandara Internasional Toronto Pearson pada 6 Agustus 2026 pukul 17.18 waktu setempat. Setelah mengudara selama sekitar delapan jam, kerusakan sistem membuat pesawat mendarat di Roma pada 7 Agustus 2026 pukul 07.20 waktu setempat.
Penanganan teknis yang memakan waktu lama memaksa ratusan penumpang bertahan di dalam kabin tanpa sistem pendingin udara yang berfungsi selama delapan jam pertama. Pihak maskapai akhirnya membatalkan penerbangan dan mengarahkan penumpang turun ke terminal bandara. Gangguan ini berdampak langsung pada kondisi fisik para penumpang di dalam pesawat.
Sejumlah penumpang, termasuk anak-anak dan lansia, mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat situasi ekstrem di dalam kabin tersebut. Kendala penerbangan tidak berhenti saat penumpang dievakuasi ke terminal bandara. Banyak penumpang berpaspor Bangladesh tidak dapat masuk ke hotel karena ditolak memasuki wilayah Italia, sehingga mereka terpaksa menghabiskan waktu hingga 40 jam di lounge dan area terminal bandara.
Penanganan awal oleh tim teknisi lokal di Roma sempat mengalami kegagalan. Untuk mengatasi kerusakan pada sistem kontrol tekanan kabin, Biman Bangladesh Airlines akhirnya mendatangkan dua teknisi serta suku cadang secara langsung dari Dhaka sejauh 7.000 kilometer. Tim perbaikan tersebut tiba di Roma pada 8 Agustus 2026 pukul 23.15 waktu Bangladesh dan berhasil merampungkan perbaikan dalam waktu sekitar dua jam.
Insiden pendaratan darurat ini turut memicu sorotan terkait kesiapan operasional maskapai di bandara internasional. Laporan dari Daily Star memuat kutipan terkait kondisi awal di dalam kabin.
"Pesawat mengalami masalah pada sistem pengendalian tekanan kabin yang menyebabkan gangguan pendingin udara," kata Daily Star.
Keterlambatan penanganan ini mengundang kritik dari pakar penerbangan mengingat status Biman sebagai anggota International Airlines Technical Pool (IATP) yang seharusnya dapat memanfaatkan fasilitas suku cadang dan teknisi lokal secara cepat.
"Insiden ini menunjukkan kurangnya perwakilan teknis resmi di lokasi yang seharusnya dapat mengatasi masalah secara cepat tanpa perlu mendatangkan teknisi dari jauh," ujar The Daily Star.
Sesuai regulasi Uni Eropa Regulation 261/2004, penundaan penerbangan jarak jauh lebih dari tiga jam berpotensi menimbulkan kewajiban kompensasi hingga 600 euro per penumpang. Total potensi kompensasi untuk 259 penumpang diperkirakan mencapai hampir 155.000 euro, di luar biaya akomodasi dan konsumsi.
Setelah perbaikan selesai, penerbangan akhirnya melanjutkan perjalanan dari Roma menuju Dhaka pada malam 8 Agustus 2026. Dampak dari insiden ini juga menyebabkan penundaan penerbangan lanjutan BG305 rute Dhaka-Roma-Toronto, yang digeser jam keberangkatannya menjadi pukul 13.00 waktu setempat dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal. Pihak maskapai menyatakan telah memberikan fasilitas hotel dan konsumsi bagi penumpang yang terdampak serta menjamin pemeriksaan keselamatan menyeluruh telah dilakukan sebelum pesawat diizinkan terbang kembali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow