Front Afghanistan Serang Anggota Taliban di Kandahar dan Isu Terorisme
Front Afghanistan mengklaim melakukan serangan mematikan terhadap anggota polisi Taliban di distrik 15 Kota Kandahar, Afghanistan, pada awal September 2026, menyebut korban terlibat pemerasan dan penindasan warga setempat, menurut atlaspress.news.
Serangan ini merupakan bagian dari 43 operasi yang dilakukan Front Afghanistan di 14 provinsi selama Agustus 2026, dengan Kandahar sebagai pusat aktivitas. Kandahar dikenal sebagai basis politik utama Taliban dan kediaman pemimpin tertinggi Hibatullah Akhundzada, menjadikannya lokasi simbolis dalam konflik ini, dilaporkan eurasiareview.com.
Kandahar menjadi lokasi uji coba jangkauan Front Afghanistan, yang mengindikasikan bahwa kendali wilayah Taliban tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Meskipun demikian, konflik besar berskala luas menurun sejak 2021, namun ruang sipil menyempit dan penangkapan sewenang-wenang terus terjadi, termasuk di Herat, menurut laporan PBB dan Amnesty International.
Laporan tersebut juga menyoroti regulasi hukum Taliban tahun 2026 yang memperberat hukuman dan membatasi hak wanita, serta upaya pengadilan pidana internasional meminta penangkapan Akhundzada atas tuduhan penganiayaan gender, menurut eurasiareview.com.
Sementara itu, Atlantic Council melaporkan bahwa meskipun kelompok teroris seperti al-Qaeda dan ISIS telah melemah dan terdesentralisasi, mereka tetap aktif melalui jaringan afiliasi di wilayah tersebut, termasuk di Afghanistan yang tetap menjadi lingkungan kondusif bagi aktivitas teroris.
Michael Kugelman, pakar Asia Selatan di Atlantic Council, mengatakan bahwa pemerintahan Taliban yang berkuasa selama lima tahun terakhir memiliki hubungan dengan berbagai kelompok militan di kawasan tersebut.
Kelompok Islamic State Khorasan (IS-K) tetap menjadi ancaman serius dengan kemampuan merekrut dan merencanakan serangan lintas batas meski mendapat tekanan dari Taliban, menurut laporan Atlantic Council.
Ancaman teroris di Afghanistan dan Asia Tengah diperkirakan akan terus ada karena lemahnya pemerintahan dan masalah sosial di wilayah tersebut, demikian disampaikan para ahli dalam laporan yang dirilis pada 10 September 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow