Polres Jakarta Barat Membongkar Pabrik Oli Palsu di Cengkareng

Smallest Font
Largest Font

Kepolisian Resor Jakarta Barat membongkar praktik pembuatan oli palsu beromzet ratusan juta rupiah di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, sebagaimana dilansir dari Detik Oto. Dalam pengungkapan kasus tersebut, aparat mengamankan tiga orang tersangka yang memproduksi pelumas bekas menjadi seolah barang baru.

Kapolres Jakarta Barat Kombes Nasriadi menjelaskan bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan mencampur oli bekas yang sudah menghitam dengan cairan DND serta parafin agar kembali jernih.

"Jadi oli yang bekas sudah hitam pekat dicampur dengan DND dan parafin tersebut menjadi jernih, seakan jernih. Tapi kualitasnya adalah masih kualitas bekas. Walaupun warnanya telah jernih, tapi dia kualitas tetap kualitas bekas," jelas Nasriadi.

Selain mengubah warna cairan, komplotan ini juga mencetak kemasan dan label merek terkenal untuk mengelabui pembeli di pasaran.

"Sehingga inilah yang dimanfaatkan, kemudian dicetak seakan-akan itu adalah oli resmi dari Pertamina. Ya, drumnya, kemudian cetakan tutupnya seakan-akan itu resmi dari Pertamina dan dijual kepada konsumen dengan harga seperti oli resmi, oli baru dari Pertamina. Jadi inilah yang menjadi modus mereka melakukan tindak pidana tersebut," ungkapnya.

Petualangan para pelaku dalam memproduksi pelumas tiruan ini diketahui telah berlangsung sejak tahun 2025 dengan meraup keuntungan finansial yang sangat besar.

"Penghasilan dari tindak pidana ini adalah Rp 35 juta per bulan, bahkan sudah hampir Rp 864 juta yang dihasilkan dari oli bekas ini," ucap Nasriadi.

Polisi menyita belasan drum berisi pelumas reondisi beserta bahan kimia pengoplos dari lokasi kejadian. Ketiga tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial Y, H, dan K.

"Telah diamankan tiga orang. Yang pertama adalah Saudara Y sebagai pemilik usaha, aktor intelektual, pemodal, dan yang mengarahkan para tersangka lainnya untuk membuat oli palsu ini. Yang kedua adalah Saudara H dan Saudara K. Yang dua ini adalah membantu zat kimia, membantu proses oli bekas menjadi seakan-akan oli baru," kata Nasriadi.

Aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti di lokasi pembuatan, di antaranya 18 drum oli rekondisi serta 10 drum bahan campuran oli. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para tersangka.

"Barang bukti rekan-rekan bisa lihat, ada 18 drum oli rekoondisi, kemudian 10 drum bahan oli, dan lain-lain sebagainya. Nanti kita bisa tanya kepada penyidik bagaimana mereka memproduksi oli bekas tersebut," kata dia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed