IHSG Berpotensi Anjlok ke 5.300 Jika MSCI Turunkan Status Indonesia
Pasar keuangan Indonesia bersiap menghadapi pengumuman krusial dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Kamis, 18 Juni 2026, yang akan menentukan posisi klasifikasi bursa domestik tetap berada di kelompok pasar berkembang atau turun menjadi pasar perbatasan.
Jika skenario terburuk penurunan status terjadi, data Bloomberg mencatat Indonesia berisiko mengalami aliran modal asing keluar mencapai 13 miliar dollar AS atau setara Rp230,2 triliun dengan asumsi kurs Rp17.725 per dollar AS.
Kekhawatiran penurunan status ini muncul di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah terkoreksi hampir 31 persen sejak awal tahun, dengan total modal asing yang keluar dari pasar saham mendekati 4 miliar dollar AS sepanjang tahun berjalan.
Besarnya dampak peninjauan aksesibilitas pasar oleh MSCI ini dinilai melampaui pengaruh indeks global lainnya seperti FTSE, karena besarnya dana kelolaan pasif dunia yang menjadikan MSCI sebagai acuan utama.
“Jika kita lihat dari sisi dana kelolaan, MSCI menjadi yang signifikan dengan estimasi AUM 250 miIiar dollar AS hanya dari passive fund,” ujar Ahmad Faris Mu’tashim, Investment Specialist KISI Sekuritas.
Faris mengingatkan bahwa penurunan klasifikasi akan memicu aksi jual massal otomatis karena karakter passive fund yang wajib mengikuti perubahan indeks, ditambah potensi penarikan dana dari manajer investasi dalam negeri yang mengelola reksadana berbasis indeks tersebut.
“Indeks ini tidak hanya sebagai benchmark modal asing dengan eksposur Indonesia, namun beberapa reksadana lokal juga menggunakan ini sebagai produk untuk klien mereka, sehingga outflow yang datang tidak hanya dari foreign, namun MI (manajemen investasi) lokal yang memiliki produk reksadana indeks terkait,” tutur Ahmad Faris Mu’tashim.
Meskipun dibayangi kecemasan makro terkait kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pelemahan nilai tukar rupiah, IHSG pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026 pukul 09.55 WIB sebenarnya mulai menguat 0,28 persen ke level 6.272.
Terkait evaluasi ini, Stockbit Sekuritas memetakan empat skenario performa pasar, di mana skenario paling positif adalah pencabutan status pembekuan indeks yang akan menjadi katalis kuat bagi bursa saham domestik.
Sementara itu, skenario terburuk berupa masuknya Indonesia ke dalam daftar pantauan turun kelas dinilai memiliki peluang rendah, meskipun KISI Sekuritas memproyeksikan IHSG dapat jatuh ke area 5.300 jika hal tersebut sampai menjadi kenyataan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow