IHSG Menguat ke Level 5.934 pada Pembukaan Perdagangan Senin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak fluktuatif namun berhasil menguat 0,17 persen ke zona hijau di level 5.934,686 pada pembukaan perdagangan Senin (13/7/2026) pagi. Pertumbuhan ini melanjutkan performa positif sepanjang periode 6 hingga 10 Juli 2026 yang sempat menguat 0,83 persen ke posisi 5.924,3.
Data RTI hingga pukul 09.20 WIB menunjukkan indeks saham domestik sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.942 dan terendah pada posisi 5.898. Pergerakan ini terjadi setelah kapitalisasi pasar BEI melonjak Rp53 triliun menjadi Rp10.340 triliun pada pekan lalu akibat tingginya aktivitas perdagangan.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa mayoritas parameter transaksi di lantai bursa mengalami pertumbuhan pada pekan kedua Juli. Intensitas perdagangan investor domestik tercatat mengalami lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan dengan performa pekan sebelumnya.
"Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa sepanjang satu pekan ini mengalami pertumbuhan sebesar 29,69 persen, di mana posisinya naik menjadi 1,87 juta kali transaksi dari catatan pekan sebelumnya yang berada di angka 1,44 juta kali transaksi," jelas Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI.
Peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume perdagangan harian yang naik 16,83 persen menjadi 20,49 miliar lembar saham. Meskipun demikian, nilai transaksi harian menyusut 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun, dan investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp421,7 miliar di pasar reguler pada akhir pekan lalu.
Sentimen positif pasar global turut mendorong pergerakan indeks dalam negeri, di mana bursa Wall Street dan sebagian besar pasar saham Asia ditutup menguat pada Jumat pekan lalu. Kenaikan saham teknologi global seperti Nvidia dan Meta Platforms berhasil meredam kekhawatiran pelaku pasar terhadap konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menganalisis bahwa indeks domestik memiliki peluang untuk menguji titik hambatan baru pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, ia mengingatkan para pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah indeks.
"IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5.950-6.050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6.050, IHSG masih rentan kembali koreksi. Akan tetapi, sebaliknya jika IHSG tembus 6.050, ada potensi IHSG terus menguat hingga 6.300. Diperkirakan support IHSG: 5.850-5.870 dan Resist IHSG: 5.970-6.050," kata Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas.
BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari Senin ini meliputi CUAN, DSSA, BUMI, AMMN, ASII, dan AADI. Sementara itu, berdasarkan data pekan lalu, investor asing paling banyak melepas saham BBRI, BBCA, TLKM, DEWA, dan ASII dengan akumulasi net sell Rp285 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow