Graham Potter Cadangkan Anthony Elanga Lawan Belanda di Piala Dunia
Pelatih tim nasional Swedia Graham Potter mencadangkan pemain sayap Anthony Elanga untuk pertandingan krusial Grup F Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belanda pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Keputusan taktis ini diambil setelah kemenangannya telak Swedia dengan skor 5-1 atas Tunisia pada babak pembuka di Monterrey. Pada pertandingan tersebut, duet lini depan Viktor Gyökeres dan Alexander Isak tampil sangat gemilang.
Elanga diposisikan sebagai pemain pengganti meskipun dirinya sudah pulih dari cedera lutut ringan. Pemain Newcastle United yang ditransfer dari Nottingham Forest seharga 55 juta poundsterling tersebut sebelumnya sempat dibekap cedera saat laga pemanasan melawan Yunani.
"Ketika Anda merasakan sakit di lutut, Anda bisa merasa khawatir, tetapi ini terasa baik. Terasa tenang. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. Ini benar-benar tidak apa-apa." kata Anthony Elanga, Winger, Swedia.
Akibat pemulihan cedera tersebut, Elanga hanya bermain sebagai pemain pengganti pada menit ke-90 untuk menggantikan Isak saat melawan Tunisia. Isak sendiri tampil memukau dengan menyumbang satu gol dan dua asis.
Melalui hasil positif pada laga perdana, manajemen Swedia memilih untuk tidak mengubah komposisi lini serang utama mereka saat menghadapi skuad Belanda. Pola formasi 3-4-1-2 yang diterapkan Potter secara langsung membatasi menit bermain bagi Elanga yang belum mencetak gol di Liga Inggris musim ini bersama Newcastle United.
"Saya pikir itu adalah malam yang fantastis bagi kami, awal yang fantastis. Performa solid yang memungkinkan Alex dan Viktor menunjukkan kualitas mereka, dan mereka berhasil melakukannya. Kami solid secara pertahanan, mencetak gol dari lini tengah, dan memiliki pergantian pemain yang bagus.
Saya senang untuk para pemain. Mereka telah bekerja keras dalam beberapa minggu terakhir dan membuat kemajuan. Semua pujian untuk mereka.
Sebagai pelatih, Anda tahu kapan tim sedang berkembang, tetapi Anda juga harus menang. Kami tidak sempurna, tetapi kami tahu kami tidak akan sempurna. Saya sedikit kecewa dengan gol kebobolan kami, tetapi itu bisa terjadi.
Kami matang di babak kedua, terutama mengingat kami kurang pengalaman di Piala Dunia." kata Graham Potter, Manajer, Swedia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow