Presiden Prabowo Panen Raya 80 Ton Udang Vaname di Tambak BUBK Kebumen

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto memimpin jalannya panen raya udang vaname di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan atau BUBK di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (23/5/2026). Sektor perikanan budidaya modern ini mencatatkan hasil panen parsial terbaru yang mencapai 80 ton udang siap konsumsi berkualitas ekspor.

Presiden Prabowo tiba di lokasi tambak sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung membaur bersama para pekerja setempat. Kepala Negara juga sempat merangkul warga desa serta ikut menarik jala besar dari dalam kolam bersama para penambak untuk memastikan proses produksi berjalan optimal.

Agenda ini merupakan panen raya udang vaname atau udang kaki putih yang ke-8 kalinya sejak kawasan tambak modern tersebut beroperasi. Berdasarkan data teknis di lapangan, tingkat kepadatan tebar udang di kawasan BUBK ini dimaksimalkan hingga mencapai 250 ekor per meter persegi.

Panen Raya Udang, Prabowo Tarik Jala bareng Penambak di Kebumen | KOMPASTV

Siklus budidaya udang vaname di fasilitas ini memerlukan durasi pemeliharaan yang terukur sebelum siap diangkat ke permukaan. Komoditas udang tersebut dipanen secara parsial maupun keseluruhan setelah berumur 105 hingga 110 hari dengan ukuran atau size yang bervariasi.

Fasilitas penangkaran udang berbasis kawasan di Kebumen ini menerapkan standardisasi modern untuk mendongkrak produktivitas sektor maritim nasional. Manajemen pengelolaan air dan pakan yang terstruktur menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas komoditas.

Merujuk pada data operasional tambak, total luas lahan produktif yang digunakan saat ini mencakup 24 hektar dari total potensi kawasan yang terbentang hingga 65 hektar. Produktivitas komoditas perikanan di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah ini tercatat sangat tinggi.

Berikut adalah rincian data kapasitas produksi serta estimasi nilai ekonomi dari pengelolaan Tambak BUBK Kebumen:

Data Teknis dan Potensi Ekonomi Tambak BUBK Kebumen
Indikator OperasionalJumlah / Kapasitas
Luas Lahan Budidaya Aktif24 Hektar
Produksi Per Hektar40 Ton
Proyeksi Total Siklus Penuh960 Ton
Hasil Panen Parsial Terbaru80 Ton
Harga Jual Minimum Per KiloRp70.000

Melalui produktivitas rata-rata sebesar 40 ton per hektar, proyeksi total hasil panen dalam satu siklus penuh untuk lahan aktif 24 hektar dapat menyentuh angka 960 ton. Pertanyaan warga mengenai "berapa hasil panen tambak udang kebumen" kini terjawab lewat performa panen berkala yang stabil.

Potensi Ekonomi dan Komoditas Udang Vaname

Sektor perdagangan perikanan mencatat bahwa nilai ekonomi dari udang kaki putih ini sangat menjanjikan untuk pasar domestik maupun mancanegara. Sistem klaster tambak terintegrasi seperti di Kebumen membuat efisiensi biaya logistik dan perawatan kolam menjadi lebih terkendali.

Tingkat harga di pasar saat ini menunjukkan tren yang kompetitif bagi para pelaku usaha perikanan. Informasi mengenai harga udang vaname per kilo sekarang berada di angka paling rendah berkisar Rp70.000, atau setara dengan Rp70 juta per ton.

Nilai jual komoditas ini sangat dipengaruhi oleh penghitungan size atau jumlah ekor per kilogramnya. Aturan baku industri menetapkan bahwa semakin kecil angka size, maka ukuran fisik udang akan semakin besar dan nilai jualnya otomatis menjadi lebih mahal di tingkat pengepul.

Aktivitas dan Dialog Presiden di Lapangan

Selama meninjau fasilitas budidaya, Presiden Prabowo mengamati secara saksama teknis pengambilan udang dari kolam hingga proses pemilahan mutu. Kepala Negara juga didampingi oleh sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan tersebut, sempat terjadi momen humor saat Menteri Perdagangan memberikan informasi yang kurang tepat mengenai nama desa lokasi tambak. Presiden Prabowo secara spontan berguyon di hadapan para penambak dan media terkait performa menterinya itu.

"Ini Menteri Perdagangan salah kasih informasi nama desa, perlu di-reshuffle enggak nih?"

Kelakar Presiden tersebut langsung disambut tawa oleh Zulkifli Hasan dan seluruh penambak yang berada di tepi kolam. Isu pencopotan jabatan tersebut murni merupakan candaan segar untuk mencairkan suasana di tengah teriknya cuaca pantai selatan Jawa.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis maritim melalui optimalisasi hilirisasi perikanan. Penguatan infrastruktur tambak modern di wilayah pesisir lain direncanakan akan terus mengadopsi skema keberhasilan dari BUBK Kebumen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow