PB PODSI Lepas Kontingen Dayung ke Asian Games dan Kejuaraan Dunia
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia merilis pelepasan resmi kontingen nasional dayung, kano, dan perahu naga di Wisma Elang Laut, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Pelepasan ini menandai kesiapan atlet Indonesia menuju Asian Games 2026 di Jepang serta Kejuaraan Dunia Perahu Naga 2026 di Tiongkok.
Pengiriman para atlet ini difokuskan sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan dan pengujian kualitas performa nasional di tingkat internasional. Keikutsertaan di dua kompetisi akbar tersebut diharapkan memberi dampak positif bagi pembinaan daerah.
"Kejuaraan Asian Games di Jepang, maupun cabang Dragon Boat yang ikut dalam Kejuaraan Dunia di China menjadi tujuan pembinaan para atlet di Indonesia," ujar Laksdya TNI Edwin, Wakil Ketua Umum I PB PODSI.
Proses pemusatan latihan nasional berjalan sesuai agenda dengan dukungan pendanaan dari sektor BUMN dan swasta. Bantuan sponsorship tersebut berhasil mengatasi beberapa hambatan teknis yang sempat muncul di lapangan selama persiapan berlangsung.
"Ada kendala-kendala yang memang kami temui di lapangan, tetapi berkat dukungan semua pihak, ada sponsor yang memberikan dukungan," kata Edwin.
Mengenai target capaian, pengurus federasi memilih untuk tidak menetapkan batasan khusus pada medali emas semata. Peluang pembinaan tetap dibuka seluas-luasnya pada seluruh nomor pertandingan yang diikuti demi mengukur kemampuan nyata atlet di ajang global.
"Kami melihat peluang-peluang yang bisa kami dapatkan. Besar harapan kami, dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk para atlet kami," tutur Edwin.
Harapan tinggi disematkan agar seluruh anggota tim sanggup unjuk gigi menghadapi peta persaingan sengit negara-negara kuat Asia.
"Mereka bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan membawa bendera Merah Putih pada tiang tertinggi," kata Edwin.
Pada cabang dayung rowing untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, Indonesia mengirimkan 17 atlet dan tujuh ofisial untuk bertanding di 10 nomor dari total 14 nomor lomba. Skuad rowing dijadwalkan terbang ke Jepang pada 15 September 2026 dan bertanding pada 20–24 September 2026.
"Kami membutuhkan atlet baru setiap saat melalui sistem pembinaan. Namun, hal yang paling penting adalah penggabungan. Anda membutuhkan senioritas dan pengalaman untuk membimbing mereka," ungkap Boudewijn van Opstal, Pelatih Timnas Dayung Indonesia.
Kesiapan taktik dan strategi adaptasi cuaca telah dimatangkan melalui program pemusatan latihan intensif selama tiga bulan terakhir.
"Kami memiliki rencana besar dan harus membuat beberapa penyesuaian serta pilihan sulit. Namun, saya pikir tantangan bagi atlet yang baik adalah kemampuan bekerja dalam situasi yang berubah-ubah. Kami sudah siap," tegas Van Opstal.
Sementara itu, sektor kano menerjunkan 17 atlet bersama enam ofisial untuk memperebutkan medali pada delapan nomor lomba di Asian Games 2026. Untuk skuad perahu naga, sebanyak 20 atlet dan enam ofisial dijadwalkan bertolak pada 23 September 2026 guna mengikuti ajang Piala Dunia Perahu Naga di Yuanling dan Kejuaraan Dunia Perahu Naga di Hangzhou, Tiongkok, hingga 4 Oktober 2026.
"Persiapan ini merupakan rangkaian setelah SEA Games 2025 di Thailand. Alhamdulillah, saat itu kami berhasil membawa pulang empat medali emas dan dua medali perak dari enam nomor yang dilombakan," ujar M Suryadi, Pelatih Timnas Perahu Naga Indonesia.
Kepastian berangkat ke Tiongkok menjadi momen penting setelah tim perahu naga sempat batal tampil pada ASEAN Beach Games 2026 akibat keterbatasan anggaran. Dukungan sponsor dari BUMN hingga pihak swasta seperti Solaria dinilai menjadi dorongan moral bagi para atlet.
"Kami berterima kasih karena para atlet merasa diperhatikan sehingga kami bisa berangkat. Mereka sangat mensyukuri kesempatan bertanding di World Cup dan World Championship ini untuk melampiaskan hasil latihan yang sempat tertunda karena batalnya keikutsertaan di ASEAN Beach Games," tambah M Suryadi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow