Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (14/9/2026) sore, usai Purbaya menghadiri rapat kerja bersama DPD RI pada siang harinya.
Perombakan posisi bendahara negara di Kabinet Merah Putih ini menjadi pergantian kedua setelah Purbaya dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. Suahasil sendiri sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak dilantik pada 21 Oktober 2024.
Dalam upacara pelantikan tersebut, Presiden Prabowo memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan untuk jajaran menteri baru.
"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Prabowo yang diikuti pejabat yang dilantik.
Sebelum perombakan kabinet diumumkan secara resmi, Purbaya masih menjalankan tugasnya dengan menghadiri rapat kerja membahas RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan bersama Komite IV DPD RI, Bappenas, serta Bank Indonesia di Gedung DPD RI, Senayan.
"Di kesempatan yang baik ini, mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan Rahmat dan karunianya kita semua diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat hadir dalam Rakat Kerja," kata Purbaya dalam rapat.
Dalam forum tersebut, Purbaya menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pimpinan dan anggota Komite IV DPD RI atas terselenggaranya pembahasan anggaran negara tersebut.
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota Komite IV DPD RI atas terselenggaranya rapat kerja membahas rancangan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2027 dan Nota Keuangan," sambungnya.
Ia memaparkan dua poin utama terkait arah kebijakan fiskal serta pentingnya harmonisasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk tahun 2027.
"Yang pertama strategi dan fiskal tahun 2027 dan kedua sinergi dan harmonisasi dan kebijakan pusat dan daerah yang mencakup arah ke kebijakan transfer ke daerah. Menyampaikan strategi dan fiskal tahun 2027 dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat adil dan makmur," katanya.
Purbaya menekankan pentingnya peran instrumen keuangan negara dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan tantangan geopolitik saat ini.
"Di tengah persaingan global yang semakin kuat, perubahan teknologi yang cepat, serta gejolak geopolitik yang penuh ketidakpastian APBN memegang peranan yang sangat strategis," kata Purbaya.
Purbaya mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan fungsi strategis APBN sebagai alat perlindungan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara tapi APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat pondasi ekonomi dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa, yaitu Indonesia yang berdaulat adil dan makmur," imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow