Prancis Hadapi Norwegia Berebut Juara Grup Piala Dunia 2026
Tim nasional Prancis dan Norwegia akan bertanding memperebutkan status juara Grup I Piala Dunia 2026 di Boston Stadium pada Sabtu, 27 Juni 2026 dini hari WIB, di tengah absennya pelatih Les Bleus Didier Deschamps.
Prancis membutuhkan kemenangan demi mengamankan posisi teratas untuk menghindari rute perjalanan yang lebih panjang dan suhu udara yang menyulitkan pada babak berikutnya. Meskipun demikian, persiapan tim terganggu karena pelatih Didier Deschamps harus pulang ke Prancis setelah ibunya meninggal dunia.
Asisten pelatih Prancis Guy Stéphane memastikan bahwa komunikasi dengan Deschamps tetap terjalin intensif demi menjaga kestabilan tim menjelang pertandingan penentu tersebut.
“Pikiran saya bersama Didier dan keluarganya. Kami sering berkomunikasi, termasuk beberapa menit yang lalu, dan hal ini akan berlanjut hingga pertandingan, meskipun besok adalah hari pemakaman. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat situasi ini terasa senormal mungkin.” ujar Guy Stéphane, Asisten Pelatih Prancis.
Sebelum meninggalkan tim, Deschamps sempat menegaskan signifikansi laga ini bagi posisi akhir klasemen fase grup Prancis.
“Saya pikir pertandingan ketiga kami (melawan Norwegia) akan sangat penting untuk klasemen akhir grup,” kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Kapten Prancis Kylian Mbappe juga menyatakan kesiapan timnya untuk tetap tampil maksimal dan mengejar hasil sempurna meskipun sudah dipastikan lolos ke fase gugur.
“Kami telah melakukan pekerjaan yang baik. Selalu ada hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi kami berada di jalur yang benar. Kami akan pulih dengan baik dan berkonsentrasi pada pertandingan melawan Norwegia,” kata Kylian Mbappe, Kapten Prancis.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena mempertemukan dua penyerang tajam, Mbappe dan Erling Haaland, yang masing-masing telah mencetak empat gol di turnamen ini. Bek Prancis Dayot Upamecano mengakui tingkat kesulitan yang tinggi dalam mengawal pergerakan Haaland.
“Ketika menghadapi Haaland, Anda harus selalu mengetahui di mana posisinya. Dalam waktu yang sama, Anda juga harus memperhatikan pemain yang menguasai bola. Sedikit kehilangan fokus bisa berakibat fatal,” kata Dayot Upamecano, Bek Prancis.
Upamecano menambahkan bahwa pergerakan tanpa bola penyerang Manchester City tersebut merupakan aspek yang paling sukar diantisipasi oleh lini pertahanan.
“Haaland sangat cepat saat bergerak. Dia hanya membutuhkan sepersekian detik untuk mengubah arah lari dan menciptakan ruang. Karena itu, kami harus terus mengawasi pergerakannya sepanjang pertandingan,” ujar Dayot Upamecano, Bek Prancis.
Pemain Bayern Munchen itu menegaskan dirinya siap meladeni kontak fisik dan berupaya mempersempit ruang tembak sang striker.
“Dia menyukai duel fisik dan saya juga demikian. Tetapi yang terpenting adalah mengelola situasi dengan baik, mengarahkannya ke sisi lapangan, lalu menutup ruang tembak yang dimilikinya,” tambah Dayot Upamecano, Bek Prancis.
Di kubu lawan, pelatih Norwegia Ståle Solbakken mengisyaratkan akan melakukan rotasi skuad karena para pemainnya mengalami kelelahan fisik setelah laga intensif melawan Senegal.
“Bukan karena kami tidak ingin mengalahkan Prancis, tetapi karena kami perlu menurunkan tim yang berbeda di lapangan,” jelas Ståle Solbakken, Pelatih Norwegia.
Solbakken menyebutkan bahwa faktor stamina menjadi alasan utama di balik rencana perubahan komposisi pemain tersebut.
“Para pemain kelelahan,” tandas Ståle Solbakken, Pelatih Norwegia.
Sementara itu, penyerang Norwegia Erling Haaland mengaku tidak terbebani dengan hasil pertandingan melawan Prancis lantaran tiket babak 32 besar sudah aman di tangan.
“Saya tidak peduli. Kami sudah lolos,” ungkap Erling Haaland, Penyerang Norwegia.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow