Presiden Prabowo Lantik Kepala BGN Baru Pekan Depan
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN pada Senin, 8 Juni 2026 di Istana Negara. Langkah ini diambil pemerintah setelah pimpinan lembaga tersebut resmi dirombak akibat tersandung persoalan hukum.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa penandatanganan Keputusan Presiden mengenai penunjukan pimpinan baru BGN telah dilakukan sejak Selasa, 2 Juni 2026. Jadwal pengucapan sumpah jabatan tersebut kini sudah dipersiapkan secara matang oleh pihak Istana.
"Oh pelantikannya? Baik, berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan. Ya yang tadi, untuk BGN,"
kata Mensesneg Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai agenda pelantikan BGN tersebut.
Pemberhentian pengurus lama dan penunjukan pimpinan baru diumumkan secara resmi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi pada Selasa, 2 Juni 2026. Kebijakan ini diambil demi menjaga stabilitas kinerja lembaga dalam mengawal program strategis nasional.
Selain posisi kepala lembaga, Presiden Prabowo Subianto juga mengangkat sejumlah nama baru untuk mengisi pos wakil kepala. Posisi strategis ini diisi oleh figur dari latar belakang militer serta pengawasan keuangan negara.
Daftar Jajaran Pimpinan Baru BGN
Berikut adalah susunan pejabat baru Badan Gizi Nasional yang dijadwalkan mengisi posisi kepemimpinan mulai pekan depan:
- Kepala BGN: Nanik S Deyang
- Wakil Kepala BGN: Mayjen TNI Trenggono
- Wakil Kepala BGN: Agustina Arumsari
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa jajaran direksi yang baru ini diharapkan langsung bergerak cepat setelah resmi memegang jabatan. Istana meminta manajemen baru segera melakukan pembenahan internal secara menyeluruh.
"Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,"
ujar Prasetyo Hadi terkait dampak pergantian pimpinan BGN ini.
Duduk Perkara Pencopotan Pejabat Lama
Langkah tegas perombakan ini merupakan respons langsung pemerintah setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya. Dadan yang telah menjabat selama kurang lebih 1,5 tahun kini menyandang status tersangka di Kejaksaan Agung.
Tidak hanya kepala lembaga, mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung juga ikut terseret dalam perkara hukum yang sama. Ketiganya diduga terlibat dalam polemik anggaran yang merugikan keuangan negara.
Dugaan Penyelewengan Dana Progresif
Para mantan petinggi lembaga tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pengadaan fasilitas kedinasan serta sarana pendukung program kerja utama instansi. Kejaksaan Agung menemukan indikasi penggelembungan harga atau markup yang masif pada beberapa proyek pengadaan barang.
Penyidik Kejaksaan Agung mengungkap adanya dugaan aliran dana dalam jumlah besar yang mengalir setiap hari ke sejumlah yayasan mitra. Yayasan-yayasan penerima aliran dana tersebut diduga kuat memiliki afiliasi langsung dengan para petinggi BGN yang lama, termasuk Dadan Hindayana.
Rincian Anggaran Proyek Pengadaan BGN
Berdasarkan data penyidikan dari Kejaksaan Agung, total nilai anggaran yang masuk dalam objek perkara penyelewengan ini mencapai angka yang sangat fantastis. Beberapa item pengadaan barang operasional diduga dimanipulasi secara sistematis.
Berikut adalah rincian volume barang dan dugaan komoditas pengadaan yang anggarannya digelembungkan oleh para tersangka:
| No. | Jenis Barang Pengadaan | Jumlah Volume Unit | Catatan Kasus Hukum |
|---|---|---|---|
| 1 | Motor Listrik Operasional | 21.801 unit | Total pengadaan sekitar Rp1 triliun diduga di-markup |
| 2 | Sepatu Dinas | 32.000 pasang | Ditemukan indikasi penggelembungan harga satuan |
| 3 | Komputer Tablet | 31.000 unit | Dugaan manipulasi nilai anggaran pengadaan |
| 4 | Televisi Monitoring | 5.400 unit | Nilai proyek Rp75 miliar tidak sesuai ketentuan |
Proses hukum terhadap mantan pengurus instansi tersebut saat ini masih terus berjalan di ranah peradilan. Sementara itu, operasional lembaga kedepannya akan sepenuhnya dialihkan ke bawah kendali manajemen baru demi menjamin kelangsungan program pemenuhan gizi masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow