PSSI DIY Usut Insiden Kekerasan Pertandingan Piala Soeratin U13
Aksi kekerasan melukai pertandingan Piala Soeratin U-13 DIY antara Baturetno FC dan Mataram Utama FC di Stadion Dwi Windu, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/8/2026) sore. Insiden yang melibatkan pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, dan kapten Baturetno FC, Adskhan Jarrar Fauzy, ini memicu respons resmi dari pihak klub serta pengurus PSSI setempat, sebagaimana dilansir dari Bola.
Peristiwa terjadi pada menit ke-66 saat Firmansyah melakukan tendangan keras hingga Adskhan terjatuh. Manajemen Mataram Utama FC langsung menyampaikan penyesalan atas aksi tak sportif yang beredar luas di media sosial tersebut.
Permohonan maaf secara resmi disampaikan oleh pihak manajemen Mataram Utama FC atas terjadinya tindakan kekerasan di lapangan.
"Mewakili manajemen klub Mataram Utama FC menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut. Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada manajemen klub Baturetno dan khususnya kepada pemain Adskhan Jarrar Fauzy atas kejadian tersebut," ujar Janu Riyanto, Perwakilan manajemen Mataram Utama FC.
Janu menambahkan bahwa komunikasi antar pelatih telah dilakukan dan silaturahmi langsung dijadwalkan untuk menyampaikan permohonan maaf secara bertatap muka.
"Semoga ananda pemain dalam keadaan baik, sehat, dan dapat segera beraktivitas kembali seperti sedia kala. Manajemen Mataram Utama FC melalui pelatih sudah menghubungi klub Baturetno melalui pelatihnya untuk menyampaikan permohonan maaf. Hari ini kami juga akan bersilaturahmi untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung," lanjut Janu Riyanto, Perwakilan manajemen Mataram Utama FC.
Pihak klub berjanji bakal menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi mendalam demi menjaga integritas pembinaan pemain muda.
"Manajemen MUFC selalu menekankan pentingnya etika dan sportivitas dalam keseharian pada pembinaan sepak bola. Kejadian ini menuntut kami untuk lebih masif melakukan pembinaan karakter tersebut," kata Janu Riyanto, Perwakilan manajemen Mataram Utama FC.
Langkah introspeksi internal akan diambil agar sikap dan etika para pemain muda dapat terus terjaga.
"Evaluasi, introspeksi, dan perbaikan akan terus dilakukan di internal MUFC agar attitude dalam sepak bola tetap terjaga serta hal-hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari," imbuh Janu Riyanto, Perwakilan manajemen Mataram Utama FC.
Sementara itu, Sekretaris Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji, mengonfirmasi bahwa pengumpulan berkas dan laporan pertandingan telah dilakukan sejak Kamis sore untuk mempelajari detail kejadian.
"Mulai kemarin sore kami dari PSSI DIY berusaha mencari dokumen lampiran berkaitan dengan kejadian tersebut, baik dokumentasi foto, video, laporan pengawas pertandingan, maupun informasi lainnya dari pelatih Baturetno dan yang lain-lain," papar Wendy Umar Seno Aji, Sekretaris Asprov PSSI DIY.
Terkait kondisi fisik korban, pemeriksaan medis berupa CT scan telah dijalankan dan menunjukkan hasil yang stabil.
"Setelah menit ke-66, kejadian benturan itu Azkhan masih bisa melanjutkan pertandingan sampai selesai. Dia melakukan CT scan berkaitan dengan gejala yang dialami, hari ini hasilnya sudah keluar dan hasilnya baik. Namun, Azkhan masih harus menjalani observasi satu hari ke depan," tutur Wendy Umar Seno Aji, Sekretaris Asprov PSSI DIY.
Proses penanganan pelanggaran disiplin kini berada di tangan Komite Disiplin PSSI DIY yang menggelar sidang pada Jumat (21/8/2026).
"Kita garis bawahi bahwa hal ini terjadi di kelompok usia 13 tahun. Apa pun hasil keputusannya dari Komdis kami akan menghormati dan menjalankan. Mudah-mudahan keputusan ini untuk kebaikan sepak bola, khususnya di DIY dan menjadi pembelajaran bagi klub-klub peserta di lingkungan PSSI DIY," sambung Wendy Umar Seno Aji, Sekretaris Asprov PSSI DIY.
Evaluasi menyeluruh tidak hanya menyasar pemain dan klub, tetapi juga kepemimpinan wasit di lapangan.
"Apabila nantinya tidak benar, kami akan coba kembalikan kepada Komite Wasit untuk bisa memberikan pembinaan, refresh kembali berkaitan dengan LOTG (Laws of the Game). Untuk wasit ini juga diberikan punishment untuk tidak memimpin lagi di beberapa waktu ke depan," jelas Wendy Umar Seno Aji, Sekretaris Asprov PSSI DIY.
PSSI DIY menegaskan pentingnya edukasi nilai-nilai kejujuran dan sportivitas yang wajib diterapkan oleh setiap klub peserta.
"Harapan kami agar tidak hanya pemain yang merasakan efeknya, tetapi tim juga nantinya harus memberikan semacam pendidikan karakter atau nilai-nilai fairness. Ini untuk bisa diberikan refresh kembali di internal perkumpulan tersebut atau klub tersebut sehingga nantinya harus dilaporkan ke PSSI DIY," pungkas Wendy Umar Seno Aji, Sekretaris Asprov PSSI DIY.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow