Rachel Febi Tembus Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026
Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, berhasil melangkah ke babak perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026), usai lawan memutuskan mundur di tengah laga.
Kepastian tersebut didapat setelah ganda putri asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, terpaksa menyudahi pertandingan lebih awal akibat mengalami cedera pada gim kedua. Saat memutuskan mundur, Fukushima/Matsumoto sedang memimpin 11-6 atas pasangan Indonesia.
Sebelum keputusan mundur diambil lawan, Rachel/Febi tampil sangat dominan sejak awal gim pertama. Pasangan peringkat ke-12 dunia tersebut langsung memegang kendali permainan dengan memimpin 6-3 lewat variasi pukulan net dan bola lob yang terukur.
Dominasi wakil Merah Putih terus berlanjut hingga mengamankan interval gim pertama dengan keunggulan 11-5. Rachel/Febi bahkan sempat memperlebar jarak poin menjadi 18-9 usai memanfaatkan kesalahan barisan pertahanan pasangan Jepang.
Smes keras yang dilepaskan Rachel ke area tengah pertahanan Fukushima/Matsumoto sukses mengunci game point 20-9. Tanpa membuang kesempatan, Rachel/Febi langsung menutup gim pertama lewat kemenangan meyakinkan 21-9.
Memasuki gim kedua, Fukushima/Matsumoto mulai bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Meski Rachel/Febi sempat memimpin 2-0 di awal, pasangan Jepang berbalik unggul 6-3 hingga memimpin 11-6 saat interval gim kedua sebelum akhirnya mengalami cedera.
Sebelumnya, keberhasilan Rachel/Febi melaju hingga fase gugur ini diwarnai persaingan ketat, termasuk saat berhadapan dengan kompatriot sesama pelatnas, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, pada babak 32 besar.
Isyana/Rinjani melenggang ke babak 32 besar usai membekuk wakil Skotlandia, Julie Machperson/Ciara Torrance, dua gim langsung 21-12 dan 21-18 pada pertandingan pembuka, Senin (17/8/2026).
"Rasanya senang bisa debut di Kejuaraan Dunia tapi ada sedikit rasa tegang, gugup. Kami berusaha untuk menikmati permainan, menikmati suasana yang ada di sini buat tampil yang terbaik," kata Hira seusai pertandingan, dikutip dari PBSI.
Kemenangan tersebut sempat membawa motivasi tinggi bagi Isyana/Rinjani untuk membalas kekalahan mereka dari Rachel/Febi pada ajang Indonesia Open 2026 lalu.
"Di babak selanjutnya akan bertemu senior kami, Rachel/Febi, pastinya kami mau coba yang terbaik dan nggak mau kalah," katanya.
Pasangan debutan itu pun berambisi mengukur kembali kemampuan teknis mereka berdua saat bertanding melawan seniornya di panggung internasional.
"Kami mau tes lagi kemampuan kami setelah kalah straight game di Indonesia Open lalu. Semoga kami bisa balas dan menang," imbuhnya.
Di sisi lain, Rachel/Febi memang sudah mematok mentalitas tinggi sejak persiapan awal di Pelatnas Cipayung. Mereka menegaskan enggan cuma menjadi kontestan pelengkap di ajang bergengsi ini.
Pesan tim pelatih menjadi fondasi utama bagi Rachel untuk tampil lepas tanpa merasa inferior saat bentrok dengan ganda putri papan atas dunia.
"Kalau dari pelatih sendiri kayak kasih tahu kalau kita enggak boleh mikir kayak gitu. Kita juga harus mikir buat kita mau menang, enggak mau cuma ya jadi partisipan saja gitu," tegas Rachel di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Tuntutan serta target tinggi yang dibebankan jajaran pelatih disikapi secara bijak oleh kedua pemain muda Indonesia tersebut.
"Enggak diambil bebannya sih, maksudnya enggak diambil negatifnya kayak jadinya harus yang mikir beban atau gimana," tutur Rachel.
Febi menimpali bahwa target dari pelatih dijadikan bahan bakar motivasi tambahan untuk membuktikan kapasitas mereka di lapangan.
"Jadiin pacuan saja sih buat kita. Dari kita, iya, mau juara juga," sebut Febi.
Kunci permainan tanpa beban menjadi pegangan utama Febi sewaktu berhadapan dengan para pemain unggulan.
"Ya sebenarnya berusaha juga, nothing to lose juga, ya main maksimal saja sih," tambah Febi.
Sikap optimistis Rachel/Febi terpoles usai menorehkan kemenangan berharga atas ganda Tiongkok, Jia Yi Fan/Zhang Shuxian, pada ajang China Terbuka beberapa waktu lalu.
Febi mengaku bersyukur bisa mengeksekusi instruksi pelatih dengan baik sekaligus membalas kekalahan sebelumnya.
"Ya cukup puas sih, akhirnya bisa maksudnya bisa membalas kekalahan di Jepang kemarin," ujar Febi.
Kemenangan atas wakil Tiongkok tersebut diakui Rachel makin memantapkan kematangan taktik dan perencanaan strategi mereka.
"Kemenangan di China tuh bener-bener memang plan-nya tuh sebenarnya udah dari minggu sebelumnya gitu. Cukup puas sih cuma mungkin harusnya dari awal gitu. Jadi sebenarnya plan-nya sudah matang," kata Rachel.
Evaluasi dari kekalahan masa lalu melawan Fukushima/Matsumoto memang sempat membakar penasaran Rachel/Febi sebelum akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali di India.
"Iya, karena sebelumnya juga kalah dan menurut saya banyak yang dievaluasi dari kekalahan sama Yuki/Mayu itu. Jadi kayak nanti kalau mulus bisa ketemu mereka pengen banyak yang di-improve lagi sih," kata Rachel.
Meski baru pertama kali menginjakkan kaki di panggung Kejuaraan Dunia, atmosfer turnamen besar tidak menyurutkan keberanian Rachel/Febi.
"Mungkin pastinya karena baru pertama kali juga, cuma enggak yang gimana ya, kita jadi takut-takut, atau kepikiran gimana juga enggak, kita lebih ke motivasi saja sih," tutup Rachel.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow