RC Lens Juara Trophée des Champions Usai Tumbangkan PSG

Smallest Font
Largest Font

Stadion Bollaert-Delelis menjadi saksi keberhasilan Racing Club de Lens meraih gelar sejarah usai mengalahkan Paris Saint-Germain dengan skor 1-0 pada laga Trophée des Champions, Minggu, 17 Agustus 2026. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Florian Thauvin pada menit ke-32.

Kemenangan klub berjuluk Sang et Or tersebut diraih lewat perjuangan ekstra keras. Lini belakang tim harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-39 akibat kartu merah yang diterima Kyllian Antonio.

Pelatih RC Lens Dino Toppmöller mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan anak asuhnya dalam melakoni laga resmi perdananya bersama klub. Kemenangan ini mencatatkan rekor trofi pertama bagi pelatih asal Jerman tersebut di Prancis.

"Ini sesuatu yang sangat spesial. Ini adalah pertandingan resmi pertama saya di sini bersama para pendukung. Ini benar-benar kemenangan kolektif, pemain dan staf. Atmosfer stadion sangat membantu kami memenangkan gelar ini untuk klub," kata Dino Toppmöller, pelatih RC Lens.

Meski berada di bawah tekanan dominasi penguasaan bola lawan sepanjang babak kedua, disiplin taktik dan dukungan penuh dari tribun penonton menjadi kunci utama skuad Lens dalam mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

"Saya meraskan kebanggaan yang sangat besar karena para pemain telah memberikan segalanya. Kami tahu kami akan sangat menderita melawan tim yang sangat kuat secara teknis, sangat berbahaya di area pertahanan. Kami tahu kami bisa melakukan sesuatu pada fase transisi.

Hari ini, kami bermain dengan hati. Kami melihatnya dan bagi saya, itu yang paling penting. Saya ulangi, kita tidak pernah bisa menjamin hasil positif.

Di sisi lain, kita harus memberikan segalanya setiap saat. Dan dengan publik ini, kita bisa mengalahkan siapa pun," ujar Dino Toppmöller, pelatih RC Lens.

Guna meredam gempuran Paris SG di paruh kedua, Toppmöller merespons situasi kekurangan pemain dengan memasukkan Ruben Aguilar untuk menggantikan Franjo Ivanovic saat turun minum.

"Pertama-tama, ada arahan taktis dengan pergantian Ivanovic untuk Aguilar. Kami berdiskusi tentang cara bertahan, cara menyerang dalam situasi ini. Kemudian, saya memberi tahu mereka untuk membawa emosi ke dalam lapangan.

Itulah yang dilakukan Ruben Aguilar. Dan seperti yang lainnya, mereka bermain dengan emosi. Kami tahu ini bakal sulit dan kami membutuhkan publik.

Itulah yang kami dapatkan. Pada setiap tekel, setiap bola yang diblokir, kami harus membakar semangat stadion. Itulah yang saya minta dari para pemain saya, membawa emosi," kata Dino Toppmöller, pelatih RC Lens.

Menatap kompetisi musim ini, juru taktik Lens tersebut menilai timnya masih membutuhkan waktu untuk mematangkan skema permainan serta meningkatkan penguasaan bola saat menghadapi tim-tim papan atas.

"Kritik itu sulit karena kami bermain lebih dari separuh pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Di masa depan, melawan tim-tim papan atas, kami harus meningkatkan penguasaan bola, lebih tenang saat mengalirkan bola keluar. Namun itu adalah hal-hal yang akan datang.

Kami baru bersama selama enam, tujuh minggu. Kami masih akan menerapkan banyak hal dan kami butuh waktu untuk bekerja. Minggu ini masih ada perubahan dengan pemain-pemain baru yang harus diintegrasikan.

Kami harus melatih hubungan antarpemain. Hari ini, kami menciptakan mentalitas yang kami inginkan. Sekarang, para pemain harus belajar mengenal satu sama lain.

Untuk itu, dibutuhkan waktu," kata Dino Toppmöller, pelatih RC Lens.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed