Regulator Jerman Evaluasi Aturan 50+1 Saat Bayern Munchen Jual Saham

Smallest Font
Largest Font

Keputusan Bundeskartellamt yang mengesahkan keabsahan aturan persaingan 50+1 dengan syarat keberlakuan setara berpotensi mengubah peta tata kelola klub Bundesliga, bertepatan dengan rencana pelepasan lima persen saham FC Bayern Munchen AG senilai 250 juta euro kepada Viessmann. Otoritas persaingan usaha Jerman tersebut menilai aturan pembatasan kepemilikan investor eksternal tetap sah secara hukum, selama tidak ada pengecualian khusus bagi klub tertentu seperti Leverkusen dan Wolfsburg yang selama ini disokong penuh oleh entitas korporasi. Penilaian tersebut memicu perdebatan di tingkat pimpinan klub terkait masa depan regulasi investasi dalam sepak bola profesional Jerman.

"Saya berkeyakinan teguh bahwa '50+1' harus dihapuskan dan setiap klub harus diizinkan untuk memutuskan sendiri," kata Herbert Hainer, Ketua Dewan Pengawas FC Bayern München AG.

"Mengapa klub-klub didikte tentang apa yang harus mereka lakukan?" kata Herbert Hainer, Ketua Dewan Pengawas FC Bayern München AG. Di sisi lain, Presiden Liga Hans-Joachim Watzke menolak wacana penghapusan aturan tersebut dan menegaskan bahwa presidium akan terus berupaya melindungi keberlangsungan regulasi 50+1.

Berdasarkan penilaian terbaru majalah ekonomi Forbes, Bayern Munchen berada di peringkat keenam klub paling bernilai di dunia dengan estimasi nilai mencapai 5,8 miliar dolar AS. Daftar peringkat klub teratas versi Forbes didominasi oleh Real Madrid di posisi puncak dengan nilai 9,5 miliar dolar AS, disusul FC Barcelona sebesar 7,5 miliar dolar AS, Manchester United senilai 7,2 miliar dolar AS, serta FC Liverpool sebesar 6,2 miliar dolar AS.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed