Pemain Argentina Lakukan Ritual Khusus Jelang Laga Melawan Mesir
Dua pemain bertahan Tim Nasional Argentina, Cristian Romero dan Lisandro Martínez, kedapatan melakukan ritual khusus menggunakan air suci di pinggir lapangan menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Mesir pada Selasa, 7 Juli 2026 di Atlanta, Amerika Serikat.
Aksi unik kedua bek tengah Albiceleste tersebut terekam dalam sebuah video yang viral setelah kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2 atas Tanjung Verde di Miami. Sebelum wasit Drew Fischer memulai pertandingan, seorang staf perlengkapan bernama Damián berlari ke ruang ganti untuk mengambil botol plastik berisi air suci yang kemudian diusapkan oleh Romero dan Martínez ke wajah serta kaki mereka.
Kebiasaan mistis ini melengkapi ritual "geng palo santo" yang sebenarnya sudah lahir sejak Piala Dunia 2022 di Qatar untuk menangkal energi negatif. Keberadaan ritual ini kembali mencuat setelah petugas keamanan bandara di Kansas City mendeteksi pemantik api manual di dalam tas Lisandro Martínez sebelum terbang ke Miami, yang memicu tawa kapten Lionel Messi.
Cristian Romero mengonfirmasi penggunaan barang-barang tersebut saat berbicara dalam zona khusus media.
"Era de los dos, de los dos. Y se lo sacaron a Licha que lo traía ahí en la mochila" ujar Cristian Romero, Bek Timnas Argentina.
Romero juga membeberkan bahwa kapten tim nasional mereka turut terlibat dalam kebiasaan membersihkan energi ruangan tersebut.
"Él también lo usa, así que…" kata Cristian Romero menambahkan.
Terkait cairan khusus yang diberikan oleh staf perlengkapan di pinggir lapangan sebelum pertandingan melawan Tanjung Verde, Romero membenarkan bahwa itu adalah air suci.
"Agua bendita, me la hice traer. Y la usamos los dos, así que le di a él" tutur Cristian Romero.
Di sisi lain, Lisandro Martínez sempat menceritakan asal-mula kebiasaan membakar kayu wangi ini saat mereka masih menginap di Universitas Qatar pada musim dingin 2022.
"Para mí es un estilo de vida tratar de encontrar el equilibrio, que es muy importante en el fútbol. Pasamos acá viviendo miles de emociones, vivimos a mil. Cuando estás en casa o en el club, hay que tratar de encontrar ese equilibrio energético.
En ese momento el Cuti me cargaba mucho. Cuando llegamos a Qatar, no sé si era por el aire acondicionado o qué, pero primero caí yo. Estuve tres o cuatro días en cama, con fiebre, dolor de garganta que no podía ni hablar.
Lo llamé a Marito (utilero), le dije traeme palo santo, sahumerios... Eso es bueno porque fuimos a una universidad donde había mucha gente, no sabés con qué energías se encontraba todo eso. Mucha energía que inconscientemente nos contaminaba" ungkap Lisandro Martínez, Bek Timnas Argentina kepada jurnalis Gastón Edul.
Martínez melanjutkan bahwa ritual harian tersebut awalnya sempat dianggap aneh oleh Romero sebelum akhirnya sang rekan justru ikut meminta dupa dan kayu tersebut.
"Primero empecé en la habitación. Empecé con el encendedor a prender todo, abríamos las puertas. Después lo hicimos con el Cuti.
Primero me tenía como un loco y después terminó pidiendo. Rompimos como tres encendedores de tanto usarlos. Teníamos el hábito de despertarnos, prender el palo santo, sahumerio, salir al balconcito que pegaba todo el sol: agradecíamos, visualizábamos, queríamos la Copa del Mundo todo el tiempo.
Fue muy importante" tambah Lisandro Martínez.
Ritual ini kemudian menyebar ke lorong-lorong kamar, ruang perlengkapan, hingga ruang permainan skuad Argentina, bahkan bek Nahuel Molina ikut bergabung dengan meletakkan satu siung bawang putih di tempat strategis yang tidak terlihat orang lain untuk mengusir aura buruk.
Pertandingan perebutan tiket perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir dijadwalkan berlangsung di Mercedes Benz Stadium, Atlanta, dengan dipimpin oleh wasit asal Prancis, Francois Letexier.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow