River Plate Kejar Tiket 16 Besar Copa Sudamericana Melawan Blooming

Smallest Font
Largest Font

River Plate membidik kemenangan atas Blooming di Stadion Monumental pada laga terakhir Grup H Copa Sudamericana untuk mengunci tiket otomatis ke babak 16 besar. Pertandingan pamungkas ini menjadi momentum krusial bagi skuad asuhan Eduardo Coudet demi menutup paruh pertama musim dengan catatan positif.

Klub raksasa Argentina tersebut saat ini memimpin klasemen Grup H dengan raihan 11 poin dan hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju sebagai juara grup. River Plate bahkan tetap berpeluang lolos jika kalah, selama Carabobo gagal menundukkan Red Bull Bragantino pada pertandingan lain di Brasil.

Ambisi Los Millonarios untuk bangkit di kompetisi kontinental ini semakin besar setelah mereka menelan kekalahan dari Belgrano dalam laga final Torneo Apertura di Cordoba. Namun, pelatih Eduardo Coudet harus menghadapi kendala serius akibat badai cedera yang menimpa sejumlah pemain pilar menjelang laga penentu ini.

Sebastián Driussi dipastikan absen akibat mengalami cedera esguince derajat dua pada lutut kanan, sementara Matías Viña mengalami cedera robek otot adduktor kanan. Di samping itu, kondisi Gonzalo Montiel, Marcos Acuña, Aníbal Moreno, dan Juan Fernando Quintero juga masih diragukan karena masalah kebugaran.

Sementara itu, Caracas FC berhasil melaju ke babak playoff setelah menahan imbang Racing Club dengan skor 2-2 di Stadion Presidente Peron, Avellaneda. Hasil tersebut membuat Racing Club tertahan di peringkat ketiga Grup E dengan lima poin dan dipastikan tersingkir dari turnamen.

Pertandingan tersebut diwarnai gol penalti Maravilla Martínez pada menit ke-37 serta gol balasan Irving Gudino yang memanfaatkan kesalahan fatal penjaga gawang Matías Tagliamonte. Media Spanyol Marca memberikan sorotan tajam terhadap jalannya laga yang dinilai penuh drama komedi tersebut.

<"Ini adalah salah satu gol paling konyol yang pernah kebobolan dalam sejarah sepak bola dunia ," komentar Marca.

Kritik dari media internasional tersebut didasarkan pada kegagalan beruntun lini pertahanan dan lini serang La Academia selama pertandingan penentu babak fase grup itu berlangsung. Kegagalan mengonversi peluang emas juga dilakukan oleh penyerang Adrian Martinez di depan gawang yang sudah kosong.

<"Anda belum pernah melihat gol dari tendangan sudut seperti ini: sang kiper 'bingung'... dan Racing tersingkir dari Copa Sudamericana." tulis Marca.

Rentetan hasil buruk ini memicu tindakan tegas dari Presiden Klub Racing Club, Diego Milito, yang langsung memberhentikan pelatih utama Gustavo Costas. Racing Club kini didampingi asisten pelatih untuk menghadapi Independiente Petrolero pada laga pamungkas grup yang sudah tidak menentukan lagi.

<"Para penggemar sepak bola akan tertawa terbahak-bahak menyaksikan dua momen 'komedi' dari para pemain Racing Club di Copa Sudamericana," tulis Marca.

Di tempat lain pada pertandingan Grup E, Botafogo yang dipastikan menjadi juara grup akan menghadapi Caracas FC di Stadion Olimpiade UCV. Laga ini diprediksi berjalan ketat karena kedua tim sama-sama mengincar poin penuh untuk mempertahankan catatan tidak terkalahkan di fase grup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed