San Jose Earthquakes Bersiap Hadapi FC Dallas di Kompetisi MLS

Smallest Font
Largest Font

San Jose Earthquakes bersiap menjamu FC Dallas dalam laga lanjutan Major League Soccer (MLS) di PayPal Park pada Minggu, 17 Mei 2026. Tuan rumah berambisi bangkit setelah menelan kekalahan 3-2 dari Seattle Sounders FC, sementara FC Dallas juga mengusung misi serupa usai ditumbangkan Vancouver Whitecaps pada laga terakhir mereka.

Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi San Jose Earthquakes yang tercatat memiliki lini serang produktif dengan torehan 18 gol dalam enam pertandingan terakhir, meski lini belakang mereka sudah kebobolan delapan gol. Di kubu tim tamu, FC Dallas juga memiliki catatan pertahanan yang kurang solid setelah kebobolan tujuh gol dalam lima dari enam pertandingan terakhir mereka.

Sebelum menghadapi rangkaian pertandingan ini, San Jose Earthquakes sempat bersaing ketat di papan atas Wilayah Barat dan mengemas 29 poin dari rekor 9-2-2 yang menyamai perolehan poin Vancouver Whitecaps. Manajer Vancouver Whitecaps, Jesper Sorensen, sempat memasang Takaoka sebagai penjaga gawang utama untuk menghadapi taktik San Jose dalam laga krusial sebelumnya yang dilansir dari mlssoccer.com menjadi sorotan besar bagi para penggemar sepak bola Amerika Serikat.

"It has to be, right?" ujar Jesper Sorensen, Whitecaps head coach.

Sorensen menilai tingkat kompetisi yang tinggi di awal musim membuat duel antar tim papan atas menjadi tontonan menarik yang dinantikan, sekaligus mengusung misi balas dendam setelah kekalahan 0-1 dari San Jose di BC Place pada Maret lalu.

"It's two teams [who've] done an unbelievable first part of the season here. Combined, it's two losses for the two teams in [21] games, and one of them was because we played each other," kata Jesper Sorensen, Whitecaps head coach.

Jeda turnamen internasional yang akan datang juga dipandang Sorensen sebagai tantangan unik karena berlangsung di tengah-tengah bergulirnya kompetisi domestik yang sedang berjalan ketat.

"Of course, it should be an exciting game for people to follow, even though you are maybe not invested in one of the two teams. It should be an exciting game for the league, and we'll try to make it as exciting as possible," tutur Jesper Sorensen, Whitecaps head coach.

Gelandang Vancouver Whitecaps, Sebastian Berhalter, mengungkapkan ambisi besar timnya untuk merebut poin penuh di kandang lawan sekaligus memperbaiki catatan pertemuan mereka yang sempat ternoda oleh kekalahan tipis sebelumnya.

"I think it's a game that we're gonna want back," kata Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.

Motivasi tinggi diusung oleh skuad Whitecaps untuk membuktikan kualitas mereka sebagai tim terbaik di Wilayah Barat melalui pertandingan penting di markas San Jose tersebut.

"That's our [only] loss on the year, and it doesn't feel good. Every time you see one in that, or whatever number it is in the L [column], it's not fun. So, for us, we want to right that wrong," ujar Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.

Berhalter menambahkan bahwa seluruh elemen tim sangat lapar untuk menunjukkan performa konsisten demi mengamankan posisi teratas di klasemen sementara Supporters' Shield.

"I think we're hungry to prove that we’re the best team in the West and the best team in the league," ucap Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.

Skuad asuhan Jesper Sorensen dipastikan tampil agresif untuk membalas hasil minor pada pertemuan pertama mereka musim ini.

"They got one on us, and we want to get one back, for sure," kata Sebastian Berhalter, Vancouver Best XI midfielder.

Di kubu tuan rumah, pelatih kepala San Jose Earthquakes, Bruce Arena, memercayakan posisi mistar gawang kepada Daniel di tengah situasi tim yang kehilangan Timo Werner dan Niko Tsakiris akibat cedera. Arena tetap optimis dengan kedalaman skuadnya dan memberikan apresiasi khusus bagi lini serang, termasuk performa Preston Judd yang telah mengemas sembilan gol musim ini.

"And Preston Judd continues to do his job as a center forward and scored another goal, so that's a real positive," kata Bruce Arena, Pelatih San Jose.

Mantan pelatih tim nasional Amerika Serikat itu juga mengomentari jadwal padat berupa 12 pertandingan sejak 11 April yang harus dihadapi timnya sebelum memasuki masa rehat liga.

"The break is the break," ucap Bruce Arena, Pelatih San Jose.

Arena menegaskan bahwa masa jeda kompetisi akan digunakan secara maksimal untuk mengembalikan kebugaran fisik dan performa terbaik para pemainnya menjelang paruh kedua musim.

"It'll certainly be different in this league. We're not used to something like this. Obviously, most leagues in the world are off during this time. The odd part with us is it’s the middle of our season, so that’ll be challenging. But we are prepared to have a good schedule during the break where we can get our guys back into form and hopefully be ready for the second half of the season," tutur Bruce Arena, Pelatih San Jose.

Terkait kondisi tim lawan, Arena juga mewaspadai kehadiran bintang berpengalaman Vancouver, Thomas Müller, yang dilaporkan tetap berpotensi tampil meski sempat dikabarkan kurang fit.

"I’m sure he’s playing," ujar Bruce Arena, San Jose head coach.

Kualitas teknis dan kematangan bermain yang dimiliki pemain asal Jerman tersebut dinilai akan menjadi ujian berat bagi organisasi pertahanan San Jose.

"I don’t know if you’ve followed that gentleman at all. He’s been a pretty good player in his career, so that’s what he brings," kata Bruce Arena, San Jose head coach.

Kendati harus menghadapi tim bertabur bintang dengan kondisi skuad yang pincang, Arena melarang timnya untuk mencari alasan kegagalan.

"He’s a highly-skilled, experienced player. We’ve played against him before and it’s going to be challenging," ucap Bruce Arena, San Jose head coach.

Setiap pemain cadangan yang diturunkan dituntut menunjukkan mentalitas profesional demi mempertahankan konsistensi klub di papan atas.

"Injuries are unfortunate," ujar Bruce Arena, San Jose head coach.

Penyerang San Jose Earthquakes, Preston Judd, menyadari bahwa mempertahankan rekor bagus di kandang melawan tim-tim kuat MLS akan menjadi perjuangan yang sangat menguras energi.

"Going against Vancouver is always going to be a hard game. When we went there, it was a battle and we grinded one out," ujar Preston Judd, Earthquakes striker.

Judd meminta rekan-rekannya menjaga soliditas pertahanan dan semangat pantang menyerah untuk meredam agresivitas tim tamu yang mengincar posisi mereka.

"It’s going to be the same thing at home. They’re going to come in and want to beat us back at our" ujar Preston Judd, Earthquakes striker.

Berdasarkan catatan pertemuan sejak 28 Mei 2023 yang dilansir dari Sportsmole, San Jose Earthquakes telah memenangkan dua pertandingan, sedangkan FC Dallas meraih satu kemenangan, dan tiga laga lainnya berakhir imbang. Pertemuan terakhir kedua tim pada pekan ke-35 MLS tertanggal 17 Juli 2025 berakhir dengan skor sama kuat 2-2 di bawah kepemimpinan wasit Ramy Touchan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed