Sejarah dan Alasan Pemisahan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi di Indonesia
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia pada awalnya merupakan satu kesatuan dalam struktur akademik di banyak universitas besar. Pemisahan kedua fakultas ini terjadi secara bertahap dan bukan sengaja dipisah dari awal, seperti yang dikutip dari Detik Health.
Misalnya, di Universitas Gadjah Mada (UGM), ketiga bidang kedokteran, farmasi, dan kedokteran gigi sempat tergabung dalam satu fakultas bernama Faculteit Kedokteran pada akhir 1940-an. Pola serupa juga ditemukan di Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia, di mana fakultas kedokteran gigi awalnya berbagi gedung dan fasilitas dengan fakultas kedokteran umum.
Pemisahan kelembagaan antara FK dan FKG biasanya dimulai dengan pengakuan kedokteran gigi sebagai fakultas mandiri. Contohnya, di UGM, pemisahan ini dilakukan atas inisiatif tokoh perintis Prof drg Soedomo, yang juga menjadi Dekan Pertama FKG. Namun, perpindahan gedung dan fasilitas baru dilakukan kemudian, setelah gedung yang memadai tersedia, seperti perpindahan bertahap mulai 1969 di UGM.
Alasan praktis pemisahan ini meliputi kebutuhan fasilitas yang berbeda, seperti dental chair dan laboratorium khusus kedokteran gigi yang tidak sama dengan fasilitas kedokteran umum. Selain itu, pertambahan jumlah mahasiswa sehingga ruang lama menjadi tidak memadai juga menjadi faktor penting.
Kurikulum dan jenjang profesi yang berlainan antara dokter gigi (drg) dan dokter umum (dr) menuntut pengelolaan akademik yang mandiri. FKG juga dapat menjalankan rumah sakit pendidikan dan mengelola anggaran serta pengembangan ilmu secara otonom tanpa bergantung pada FK.
Uniknya, tidak semua lulusan FKG menjadi dokter gigi. Di UGM, misalnya, terdapat program S1 Higiene Gigi yang berfokus pada pencegahan dan promosi kesehatan mulut, menghasilkan lulusan dengan gelar Sarjana Higiene Gigi (S.H.G.) yang berperan sebagai tenaga promotif-preventif.
Di sisi lain, FK juga membawahi program studi lain selain pendidikan dokter, seperti Ilmu Keperawatan, Ilmu Gizi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Ilmu Kebidanan dengan gelar akademik masing-masing sesuai bidang. FK juga menaungi program pascasarjana dan pendidikan dokter spesialis.
Dengan demikian, baik FK maupun FKG berperan sebagai payung bagi berbagai profesi kesehatan, bukan hanya mencetak dokter atau dokter gigi saja. Kompleksitas struktur dan kebutuhan fasilitas yang berbeda menjadi alasan utama pemisahan kedua fakultas ini di universitas-universitas Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow