Selangor FC Hadapi Buriram United di Final ASEAN Club Championship

Smallest Font
Largest Font

Klub asal Malaysia, Selangor FC, dijadwalkan menjamu wakil Thailand, Buriram United, dalam pertandingan leg pertama babak final ASEAN Club Championship 2025/26 di Stadion Petaling Jaya pada Rabu (20/5/2026) pukul 21.00 waktu lokal.

Turnamen antalklub Asia Tenggara yang dikenal sebagai Shopee Cup ini dipastikan tidak diikuti oleh perwakilan dari Indonesia. Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) menolak pendaftaran Malut United dan Persebaya Surabaya dari liga domestik akibat status posisi klasemen mereka.

Selangor FC melaju ke partai puncak setelah menyingkirkan wakil Vietnam, Nam Dinh, dengan agregat skor 4-1 pada babak semifinal. Penyerang asal Brasil, Chrigor Moraes, mencetak dua gol kemenangan pada leg kedua sehingga kini mengoleksi lima gol sepanjang kompetisi sekaligus memecahkan rekor gol musiman milik Bambang Pamungkas di Selangor FC yang bertahan selama dua dekade. Skuad asuhan Kim Pan-gon tersebut sebelumnya finis sebagai runner-up Grup A dengan sembilan poin di bawah Buriram United karena kalah produktivitas gol.

"Ini adalah sesuatu yang hebat jika kita mendapatkan gelar juara," ucap pelatih Kim Pan-gon dilansir dari Makanbola.com.

Kim menilai timnya kerap dipandang sebelah mata dalam peta persaingan sepak bola di kawasan Asia Tenggara sebelum berhasil membuktikan kualitas mereka di turnamen ini.

"Ini karena saya fikir di ranah Asia Tenggara, kami sering dilihat sebagai tim yang tak diunggulkan," kata pelatih Kim Pan-gon.

Mantan pelatih tim nasional Malaysia tersebut juga menegaskan pentingnya memberikan performa terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung Gergasi Merah.

"Kami berjaya ke final dan kami patut bangga," ujar pelatih Kim Pan-gon.

Skuad Selangor FC kini fokus penuh untuk memburu hasil maksimal demi memuaskan para pendukung mereka pada pertandingan leg pertama di kandang sendiri.

"Kami perlu berikan sesuatu yang membanggakan kepada penyokong," kata pelatih Kim Pan-gon.

Sementara itu, Buriram United lolos ke final secara dramatis dengan keunggulan agregat 4-3 atas Johor Darul Ta'zim (JDT) FC pada Rabu (13/5/2026). Meskipun menelan kekalahan 1-2 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Buriram, tuan rumah tetap melaju berkat keunggulan 3-1 yang mereka bawa dari pertemuan pertama. Hasil tersebut diraih dengan perjuangan berat setelah Buriram United yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, harus bermain dengan sembilan orang di pengujung laga. Buriram United sendiri berstatus sebagai juara bertahan setelah sebelumnya telah mengamankan trofi Thai League 1 musim ini.

Sebelum memastikan tiket final, pelatih JDT Xisco Munoz sempat menyatakan bahwa dirinya fokus pada persiapan tim daripada memikirkan rekor pertemuan buruk masa lalu melawan Buriram United.

"I do not think about the psychological side or about the past," ujar Xisco Munoz, Pelatih JDT FC.

Munoz menekankan pentingnya kerja keras yang konsisten dan mentalitas bertanding yang kuat untuk menghadapi tekanan dari tim lawan.

"What matters is tomorrow and continuing the work we have been doing," sambung Xisco Munoz, Pelatih JDT FC.

Ia juga menuntut determinasi tinggi dari para pemain JDT demi mengubah keadaan di lapangan pertandingan.

"The mentality of the team has been very strong and we must continue showing personality, ambition and belief. It is important that we remain solid, manage the game well and keep believing until the end," jelas Xisco Munoz, Pelatih JDT FC.

Menurut Munoz, karakter kuat sangat dibutuhkan di hadapan publik lawan untuk bisa memperebutkan tiket menuju partai puncak.

"Tomorrow the team needs big character and big personality in front of the fans and everyone watching. We must push ourselves to change the situation and fight for a place in the final," kata Xisco Munoz, Pelatih JDT FC.

Dalam laga semifinal tersebut, Bérgson da Silva membuka keunggulan bagi JDT melalui eksekusi penalti pada menit kesembilan masa injury time babak pertama setelah wasit Kim Woo-sung meninjau monitor di pinggir lapangan terkait pelanggaran terhadap Marcos Guilherme. JDT kemudian menggandakan keunggulan sekaligus menyamakan agregat menjadi 3-3 pada menit ke-62 lewat gol Marcos Guilherme yang memanfaatkan umpan sundulan Shinnaphat Leeaoh dari operan jauh Eddy Israfilov.

Gelandang JDT, Nacho Mendez, menambahkan bahwa kehadiran penyerang Bergson da Silva yang telah mencetak enam gol di liga domestik sangat krusial bagi ketajaman lini serang.

"He is a really important player for us and we are going to need his goals if we want to reach the final," kata Nacho Mendez, Gelandang JDT.

Mendez menjelaskan bahwa hasil positif di kompetisi lokal menjadi modal psikologis yang baik untuk memulihkan kepercayaan diri tim.

"It was good for the team to win again after a difficult result in the first leg and it gave everyone positive feelings," ujar Nacho Mendez, Gelandang JDT.

Pertandingan semifinal itu berlanjut ke babak tambahan waktu setelah skor 2-0 untuk keunggulan JDT bertahan hingga waktu normal berakhir. Pada menit ke-98, Kingsley Schindler muncul sebagai pahlawan bagi tim berjuluk The Thunder Castle dengan melepaskan tembakan kaki kanan yang menghujam gawang Syihan Hazmi. Laga memanas di sisa waktu babak tambahan yang mengakibatkan Guilherme Bissoli diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada 17 menit sebelum laga usai. Tidak lama berselang, Goran Causic juga menerima kartu merah langsung akibat insiden fisik tanpa bola, namun Buriram United mampu mempertahankan kedudukan dari gempuran JDT termasuk penyelamatan krusial Neil Etheridge terhadap peluang Arribas.

Di kubu lawan, pelatih Buriram United Mark Jackson mengingatkan timnya untuk tidak meremehkan kekuatan JDT meskipun sempat unggul pada pertemuan pertama.

"What we achieved in the first leg gives us a fantastic platform, but there is no way we can take our foot off the gas or underestimate the challenge ahead," kata Mark Jackson, Pelatih Buriram United.

Jackson meminta fokus penuh dan evaluasi performa agar permainan timnya bisa meningkat dibanding performa leg pertama.

"We must remain fully focused and ready for the game, and we also know we need to improve on our performance from the first leg," lanjut Mark Jackson, Pelatih Buriram United.

Ia juga menyoroti persiapan mental para pemain sebagai elemen krusial di luar aspek teknis dan taktis pertandingan.

"The psychological aspect of football is massive. There are technical and tactical elements to preparing for games, but there is also a psychological side and we try to prepare the team in every aspect," tutur Mark Jackson, Pelatih Buriram United.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed