Senegal Tekuk Belgia dan Cetak Rekor Baru di Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Senegal sukses menumbangkan Belgia dengan skor 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Juli 2026 waktu setempat.

Kemenangan dua gol tanpa balas tersebut mengantarkan tim berjuluk Singa Teranga ini melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina. Dilansir dari Goal.com, Senegal yang lolos sebagai peringkat ketiga Grup I dengan 3 poin berhasil meredam Belgia yang sebelumnya berstatus sebagai juara Grup G.

Habib Diarra membuka keunggulan Senegal pada menit ke-24 setelah menyambar bola muntah hasil sundulan Ismaila Sarr yang sempat mengenai tiang gawang Thibaut Courtois. Gol tersebut menempatkan Diarra, yang berusia 22 tahun 179 hari, sebagai pencetak gol Afrika termuda dalam sejarah fase gugur Piala Dunia.

Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit pada menit ke-31 menyusul insiden masuknya tiga orang suporter ke dalam lapangan. Petugas keamanan bergerak cepat mengamankan situasi, namun otoritas setempat kini sedang melakukan penyelidikan darurat terkait celah keamanan tersebut.

Memasuki babak kedua, tepatnya menit ke-51, Ismaila Sarr menggandakan keunggulan Senegal setelah menerima umpan lambung dan menaklukkan Courtois. Gol dari Sarr memastikan Senegal mengoleksi total 10 gol di sepanjang turnamen ini.

Menurut data Stats Foot, torehan tersebut resmi memecahkan rekor baru sebagai tim Afrika tersubur atau yang paling banyak mencetak gol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelum laga ini, mantan asisten pelatih Will Still sempat memperingatkan skuad Belgia untuk waspada terhadap motivasi tinggi sang wakil Afrika.

Di sisi lain, persiapan taktis Belgia menjelang laga ini sempat terganggu akibat sanksi larangan bertanding yang diterima bek mereka, Ngoy, akibat kartu merah saat menghadapi Iran di fase grup.

Bek timnas Belgia, Arthur Theate sempat memberikan pernyataan mengenai persaingan tim sebelum laga krusial ini digelar.

"We zijn hier met 26 spelers en iedereen wil in de basis", ujar Arthur Theate, Bek Timnas Belgia.

Theate menambahkan bahwa kekompakan tim tetap terjaga demi mendukung rekan-rekan yang harus absen karena hukuman kartu maupun cedera seperti Zeno Debast.

"Als je niet speelt is er altijd een beetje teleurstelling, maar je moet aan het collectieve denken. We zijn hier als een groep. Ik probeer te tonen wat ik kan en bij te brengen wat ik kan.

Nadien is het aan de coach om de keuzes te maken. We zijn met 25 fitte spelers en iedereen wil knokken voor een basisplaats.", kata Arthur Theate.

Pemain belakang itu juga sempat angkat bicara mengenai nasib rekan setimnya, Ngoy, yang harus absen akibat pelanggaran keras terhadap Mehdi Taremi.

"Dat is zeker niet makkelijk voor hem. Ik heb intussen met hem gepraat en we steunen hem allemaal. We hebben een goeie groep.", tutur Arthur Theate.

Mengenai perubahan taktik formasi dari tiga bek menjadi empat bek yang diterapkan oleh pelatih Rudi Garcia, Theate menilai sistem tersebut fleksibel tergantung profil tim lawan yang mereka hadapi.

"In Rijeka hebben we toen getoond dat het een optie kan zijn. Al hangt het van de tegenstander. We moeten performant zijn, of het nu met drie of vier achterin is.", ucap Arthur Theate.

Sementara itu, euforia turnamen ini juga terasa hingga ke Eropa, di mana L'Avenir melaporkan para pengusaha lokal di Place Monseu, Ciney, telah mempersiapkan layar lebar sejak enam bulan lalu untuk memfasilitasi nonton bareng para pendukung Belgia.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    2
    Like
  • Dislike
    155
    Dislike
  • Funny
    111
    Funny
  • Angry
    16
    Angry
  • Sad
    1
    Sad
  • Wow
    3
    Wow

Most viewed