Thomas Meunier Kritik Keputusan FIFA dan Lonjakan Harga Bursa Transfer

Smallest Font
Largest Font

Bek tim nasional Belgia, Thomas Meunier, mengecam keputusan FIFA yang membatalkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun sebelum laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada 6 Juli 2026, sekaligus mengkritik kegilaan inflasi bursa transfer pemain.

Keputusan FIFA mencabut sanksi Balogun terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino pascakartu merah Balogun di babak 32 besar. Belgia kemudian mengalahkan AS 4-1 pada laga tersebut sebelum akhirnya tersingkir di perempat final dari Spanyol.

Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menolak mendukung Infantino untuk periode kepemimpinan berikutnya dan meminta kasus tersebut dibahas dalam rapat Dewan FIFA pada 15 Oktober 2026.

Meunier menilai adanya campur tangan politik yang merusak integritas olahraga dalam keputusan tersebut.

"Saya percaya politik dan sepak bola tidak harus bermitra dalam cara apa pun," kata Meunier kepada The Athletic.

Pemain berusia 35 tahun itu menyoroti keterkaitan aspek finansial dan politik dalam tata kelola sepak bola saat ini.

"Masalahnya adalah sepak bola mencerminkan apa yang dipikirkan orang-orang — hal itu dapat didengar di tribun, rasisme, banyak hal. Jadi, apakah mungkin memisahkan sepak bola dan politik? Federasi bersifat politis, aspek keuangan, semuanya terhubung, ini sedikit seperti pemerintah.

Selama politisi mengambil keputusan terbaik untuk rakyat, itu bukan masalah. Namun, jika politik itu — saya tidak akan mengatakan 'korup', tetapi bertentangan dengan olahraga — maka itu berbahaya. Dan itulah yang kita alami dengan Balogun," ujar Meunier.

Ia juga menambahkan kritik mengenai komersialisasi turnamen secara keseluruhan.

"Saya pikir peristiwa ini merupakan cerminan dari seluruh Piala Dunia — dipimpin oleh kapitalisme, hiburan, uang. Piala Dunia ini adalah sisi gelap dari sepak bola tradisional," tutur Meunier.

Balogun mengaku sempat merasakan ketegangan di dalam skuad AS akibat keputusan unik tersebut sebelum pertandingan berlangsung.

"Reaksi awal saya adalah saya senang bisa kembali ke tim, tetapi ketika saya mulai merenung, saya tahu itu akan menimbulkan banyak kontroversi, dan saya hampir bisa melihat sedikit rasa gugup di antara rekan-rekan setim saya karena ini adalah sesuatu yang sangat unik," kata Balogun kepada CBS Mornings.

Ia menceritakan fokusnya terganggu oleh dinamika di luar lapangan.

"Semakin dekat kita dengan pertandingan, saya mencoba untuk fokus sebaik mungkin, tetapi itu sulit. Banyak kebisingan di luar, dan itu sulit dihindari," ucap Balogun.

Presiden RBFA, Pascale Van Damme, mendesak penjelasan resmi dari badan pengatur sepak bola dunia tersebut.

"Mengingat pentingnya transparansi dan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat, kami meminta penjelasan yang diperlukan dan, pada saat yang sama, ingin mengeksplorasi di mana peningkatan terhadap proses saat ini dimungkinkan, sehingga kasus serupa dapat ditangani dengan cara yang jelas, konsisten, dan efisien di masa depan," kata Van Damme kepada The Associated Press.

Selain masalah FIFA, Meunier menyoroti lonjakan harga transfer pemain setelah mantan rekan setimnya di Lille, Ayyoub Bouaddi, dibeli Manchester City seharga 100 juta euro.

Pemain yang kini membela Sunderland itu mengkritik nilai transfer yang dinilainya tidak lagi menjadi tolok ukur kualitas pemain.

"Ayoub pemain yang luar biasa, tetapi kita tidak perlu lagi membicarakan soal uang, karena tidak ada lagi logika di bursa transfer," kata Meunier kepada jaringan Foot Mercato.

Ia menganggap ketidaklogisan harga di pasar transfer sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.

"Kamu bisa membeli seekor keledai seharga 200 juta pound sterling, dan membeli pemain yang sangat bagus seharga 20 juta. Sudah tidak ada artinya lagi," ujar Meunier.

Kepindahan Bouaddi ke Manchester City memecahkan rekor penjualan Lille setelah sang gelandang tampil dalam 5 dari 6 laga Maroko di Piala Dunia 2026 serta mencatatkan 96 penampilan bersama klub Prancis tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed