Sesar Sausu Picu Gempa M67 di Palu dan Hambat Lalu Lintas

Smallest Font
Largest Font

Aktivitas Sesar Sausu memicu gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 6,7 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WITA yang berdampak pada penutupan akses jembatan dan kelangkaan mobilitas warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat pada kedalaman 16 kilometer, berjarak sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, serta tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan tersebut memicu kepanikan warga yang langsung memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sisingamangaraja, untuk mengamankan pasokan BBM demi kebutuhan darurat.

Salah satu warga Kota Palu, Rahmat Arsyad, mengaku langsung menuju pengisian bahan bakar karena khawatir terhadap potensi bencana susulan.

"Setelah gempa tadi, saya langsung isi BBM karena khawatir kalau terjadi gempa susulan dan harus berpindah ke tempat yang lebih aman. Antreannya juga cukup panjang karena banyak warga pikiran sama," ujarnya.

Warga lain bernama Akbar Aba juga menyaksikan lonjakan volume kendaraan yang signifikan di setiap area pengisian BBM setelah wilayah tersebut diguncang tektonik.

"Banyak kendaraan masuk ke SPBU. Mungkin masyarakat ingin berjaga-jaga supaya kendaraan siap digunakan sewaktu-waktu," kata dia.

Dampak infrastruktur di area perkotaan memaksa Dinas Perhubungan bersama kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas menyusul kerusakan struktural pada fasilitas penyeberangan utama.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Trisno Yunianto mengonfirmasi penutupan sementara Jembatan Palu III akibat kendala teknis pascagempa.

"Rambu-rambu sudah di pasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub juga sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas. Kebijakan ini berdasarkan perintah kepala daerah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan," ucapnya.

Kondisi geologis ini dipastikan berbeda dengan bencana masif tahun 2018 yang disebabkan oleh pergeseran Sesar Palu-Koro.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan mekanisme pergerakan batuan dalam konferensi pers daring.

"With memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Sausu," ujar Nelly.

Nelly memaparkan hasil analisis bahwa patahan tersebut bergerak turun atau normal fault, serta mengonfirmasi adanya laporan kerusakan bangunan akibat guncangan.

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ucap dia.

Pihak otoritas terus memantau puluhan gempa susulan yang terjadi hingga siang hari dan meminta masyarakat tetap tenang.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur Nelly.

BMKG juga memperingatkan warga untuk tidak mendekati struktur bangunan yang sudah tidak stabil.

"Kemudian menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," sambungnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    1
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed