Sinetron Terikat Janji Episode 88 Ungkap Identitas Polisi Sena

Smallest Font
Largest Font

Alur cerita sinetron Terikat Janji episode 88 yang tayang di RCTI menyajikan momen krusial saat Davina akhirnya mengetahui identitas asli Sena sebagai seorang anggota kepolisian. Rahasia tersebut terbongkar di tengah operasi penyelamatan dramatis di sebuah vila setelah Davina disandera oleh karakter bernama Julian dan Danang.

Aksi penyelamatan tersebut berlangsung menegangkan karena Sena harus menghadapi para pelaku dalam kondisi bahu terluka parah. Ketegangan semakin memuncak ketika tim kepolisian yang datang menyergap menemukan sebuah bom waktu digital yang aktif di dalam bangunan vila tersebut.

Ketika proses evakuasi dilakukan secara tergesa-gesa akibat ancaman bom, penutup wajah Sena terlepas secara tidak sengaja. Davina yang berada di lokasi langsung melihat lencana kepolisian yang dikenakan Sena, sehingga menyadari bahwa pria yang dikenalnya sebagai penjual ketoprak itu adalah seorang intel.

Penyelidikan kepolisian mengungkapkan bahwa aksi penculikan tersebut merupakan bentuk balas dendam Julian dan Danang terhadap Sena. Dalam eskalasi konflik ini, karakter bernama Julian memilih untuk mengakhiri hidupnya, sementara Danang berhasil ditangkap, dan Dipa Andika dilaporkan kembali meloloskan diri.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Sena membawa Davina ke Rumah Sakit Mitra Sejahtera Bogor karena mengalami gegar otak ringan akibat benturan di kepala. Di rumah sakit tersebut, Davina yang terbaring langsung menuntut penjelasan dari Sena mengenai seluruh kebohongan yang selama ini disembunyikan darinya.

Sinetron Terikat Janji sendiri dibintangi oleh Arya Saloka sebagai Bripda Sena dan Asha Assuncao sebagai Davina. Tayangan drama produksi ini dijadwalkan mengudara setiap hari pada pukul 19.30 WIB melalui saluran televisi digital RCTI serta layanan streaming streaming RCTI+ dan Vision+.

"Saya sudah kirim lokasinya ya. Anda harus datang sendirian. Kalau tidak, Anda akan tahu akibatnya," kata penculik dalam tayangan cuplikan.

Ancaman tersebut dikirimkan lewat pesan suara untuk memaksa target mendatangi lokasi penyanderaan di Villa Hutan Putih. Ketika berada di dalam gudang tempat penyekapan, Davina sempat berusaha memberikan perlawanan terhadap pelaku yang menyerangnya.

"Karena kamu… Karena kamu itu adalah pacarnya polisi itu," ujar pria tak dikenal kepada Davina.

Pernyataan tersebut menegaskan motif berlapis di balik penculikan yang tidak hanya berkaitan dengan urusan bisnis internal keluarga, melainkan juga dendam pribadi. Davina kemudian langsung dilingkupi kepanikan ekstrem saat menemukan koper berisi bom waktu digital yang terus berjalan mundur.

"Ya Allah, ini apa ini?" kata Davina.

Pertanyaan tersebut diucapkan Davina dalam kondisi terdesak sebelum petugas mengamankan bahan peledak. Konflik mengenai penyamaran yang terbongkar ini dipastikan akan mengubah dinamika hubungan emosional antara karakter Sena dan Davina pada episode-episode selanjutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed