St. Louis City SC Tantang DC United di Audi Field

Smallest Font
Largest Font

St. Louis City SC membidik kemenangan ketiga berturut-turut dalam kompetisi Major League Soccer (MLS) saat bertandang ke markas DC United di Stadion Audi Field pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Klub berjuluk Boys in Red tersebut sedang dalam tren positif setelah mencatatkan dua kemenangan beruntun di liga domestik, termasuk hasil mumpuni 2-1 saat menumbangkan Los Angeles FC di Energizer Park pada laga terakhir. Berdasarkan data klasemen, St. Louis City kini mengantongi 12 poin dari 12 pertandingan, sementara tuan rumah DC United berada di peringkat ketujuh Wilayah Timur dengan raihan 16 poin.

Pertandingan ini juga menjadi momen emosional bagi bek tengah Lukas MacNaughton yang baru bergabung dengan St. Louis tahun ini setelah musim lalu menjadi starter dalam sembilan laga bersama DC United. Pertahanan rapat menjadi kunci kebangkitan tim tamu yang hanya kebobolan satu gol selama periode kemenangan beruntun mereka.

"When we need to defend low and be compact and not let guys get in behind us, I think we’ve been doing a really good job with that and against very good players," kata Lukas MacNaughton, bek tengah St. Louis City SC.

Kondisi fisik pemain menjadi perhatian utama bagi pelatih kepala St. Louis City, Yoann Damet, mengingat jadwal padat yang menghadang di depan mata. Laga melawan DC United merupakan pertandingan ke-10 bagi kedua tim sejak 4 April, dan St. Louis sudah harus menjamu Houston Dynamo FC pada Selasa berikutnya.

"That’s what we need to assess going into the game Saturday is how much risk are we taking?" kata Yoann Damet, pelatih St. Louis City SC.

"Are we taking a risk and how is it going to impact Tuesday, as well," tambah Yoann Damet.

Di kubu tuan rumah, DC United asuhan pelatih Rene Weiler berusaha bangkit setelah takluk 1-3 dari Chicago Fire pada tengah pekan lalu, yang memutus rekor lima laga tak terkalahkan mereka. Masalah konsentrasi di menit-menit akhir babak kedua menjadi evaluasi besar bagi tim yang akan mengandalkan penyerang Tai Baribo tersebut.

"We have to play better in the last 20 minutes," ujar Rene Weiler, pelatih DC United.

"After the second goal, some players didn’t give up, but their heads were down," lanjut Rene Weiler.

Keterbatasan komposisi skuad juga membuat Rene Weiler kesulitan untuk melakukan rotasi pemain di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat ini.

"With our squad, it’s really difficult to rotate," keluh Rene Weiler.

"You need good players on the field, quality on the field. We don’t have a big squad," jelas Rene Weiler.

Pertemuan terakhir antara kedua tim terjadi pada musim reguler tahun 2024 di Energizer Park yang berakhir dengan skor imbang 2-2.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed