Strategy Borong Bitcoin Senilai Dua Miliar Dolar AS
Perusahaan teknologi Strategy Inc. resmi merampungkan pembelian 24.869 bitcoin senilai sekitar 2,01 miliar dolar AS untuk menambah cadangan aset digitalnya per 17 Mei 2026. Langkah agresif ini mendongkrak total kepemilikan korporasi menjadi 843.738 BTC di tengah fluktuasi pasar aset kripto global.
Dilansir dari Traders Union, pendanaan akuisisi masif tersebut berasal dari penawaran ekuitas at-the-market. Skema pembiayaan ini mencakup penjualan 19,5 juta saham preferen STRC senilai 1,949 miliar dolar AS dan 430.344 saham biasa MSTR senilai 83,7 juta dolar AS.
Aksi korporasi tersebut memicu kekhawatiran dilusi bagi pemegang saham eksisting hingga menekan harga saham MSTR sebesar 7,90 persen ke level 163,40 dolar AS. Tren penurunan ini diperparah oleh rencana perusahaan yang menyetujui pembelian kembali obligasi konversi tanpa kupon jatuh tempo 2029 senilai 1,5 miliar dolar AS dengan harga diskon sekitar 1,38 miliar dolar AS.
Berdasarkan data harian TradingView, eksekusi kesepakatan buyback obligasi konversi tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026. Langkah ini diproyeksikan menyisakan catatan utang outstanding sekitar 1,5 miliar dolar AS pada pembukuan perusahaan.
Viktoras Karapetjanc, pakar di Traders Union, menggarisbawahi bahwa strategi akumulasi agresif yang didanai lewat penambahan ekuitas memperdalam eksposur perusahaan terhadap risiko volatilitas aset digital. Kebijakan baru manajemen mengenai potensi likuidasi Bitcoin untuk pembagian dividen juga memperkenalkan variabel ketidakpastian baru bagi pelaku pasar modal.
"Jika MSTR mampu bertahan di atas $155 dan sentimen stabil, fondasi telah terbentuk untuk reli baru menuju $175 dan lebih tinggi lagi," ujar Viktoras Karapetjanc, pakar di Traders Union.
Di sisi lain, perluasan portofolio kripto korporasi ini memicu proyeksi spekulatif terhadap kekayaan pribadi Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor. Veteran dunia kripto Samson Mow memperkirakan total kekayaan Saylor berpotensi menggeser posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia apabila nilai Bitcoin meroket tajam.
Asatunews.co.id melaporkan estimasi Forbes menempatkan kekayaan Elon Musk pada angka 826 miliar dolar AS, sedangkan Michael Saylor baru membukukan 5,4 miliar dolar AS. Berdasarkan kepemilikan pribadi sebesar 17.732 BTC dan 9,9 persen saham MSTR, total eksposur efektif Saylor setara dengan 98.800 BTC.
Kalkulasi matematis menunjukkan Saylor memerlukan harga Bitcoin mencapai 8,6 juta dolar AS per koin untuk menyamai aset Elon Musk pada valuasi normal. Namun, ambang batas tersebut dapat menyusut menjadi 4,2 juta dolar AS per koin jika saham MSTR diperdagangkan dengan nilai premium yang tinggi di bursa saham.
Hipotesis pertumbuhan kekayaan tersebut mendapat tanggapan kritis dari pengamat industri global yang menilai kalkulasi Samson Mow belum memperhitungkan ekspansi bisnis Elon Musk. Analis kripto Willy Woo mengingatkan adanya potensi lonjakan kekayaan Musk dari proyek jangka panjang seperti Dyson Swarm, debut pasar SpaceX, serta portofolio 11.509 BTC milik Tesla.
Selain ketertarikan investor institusi seperti BlackRock yang terus meningkatkan porsi kepemilikannya, dinamika saham MSTR turut diwarnai aksi beli dari entitas politik. Laporan kuartal I 2026 menunjukkan Trump Family Trust ikut mengoleksi saham Strategy Inc. Class A dengan transaksi terbesar berkisar antara 50.001 hingga 100.000 dolar AS pada 12 Februari 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow