MUI Jelaskan Tata Cara dan Keutamaan Puasa Senin Kamis

Smallest Font
Largest Font

Majelis Ulama Indonesia menjelaskan tata cara pelaksanaan dan keutamaan ibadah puasa sunnah Senin Kamis yang dijadwalkan dapat dikerjakan umat Islam sepanjang tahun melalui rilis resmi di situs MUI Digital.

Ibadah sunnah ini dijalankan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan. Berdasarkan informasi dari Badan Amil Zakat Nasional Kota Semarang, niat puasa hari Senin adalah "Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala", sedangkan untuk hari Kamis adalah "Nawaitu shauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala". Niat tersebut dianjurkan dibaca sebelum fajar, namun MUI Digital menyebutkan boleh dibaca pada pagi hari sebelum waktu Zuhur jika belum mengonsumsi pembatal puasa.

Terkait persoalan mendahulukan puasa sunnah saat masih memiliki utang puasa wajib Ramadan, ulama Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai hukum dan urutan prioritasnya dalam sebuah tayangan video.

"Menurut jumhur ulama, khususnya mazhab Syafi`i, boleh Anda melakukan puasa sunnah lalu puasa wajibnya Anda tunda nanti, boleh. Ini menurut jumhur ulama, kecuali Imam Abu Hanifah mengatakan tidak, utang dulu," kata Buya Yahya.

Penjelasan tersebut menegaskan adanya perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai fleksibilitas waktu pelunasan utang ibadah wajib. Buya Yahya menambahkan, umat Islam yang membayar utang puasa wajib bertepatan pada hari-hari yang disunnahkan akan langsung mendapatkan pahala besar dari amalan fardhu sekaligus keutamaan hari sunnah tersebut.

"Cukup niat membayar fardhu saja. Karena Anda melakukan puasa wajib, maka pahalanya jauh lebih besar dari puasa sunnah. Dan karena dilakukan di hari sunnah," kata Buya Yahya.

Selain memberikan ganjaran pahala, ibadah ini memiliki landasan kuat dari kebiasaan Rasulullah SAW semasa hidupnya. Keutamaan hari Senin dan Kamis dijabarkan secara rinci dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

"Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Maka aku senang apabila amalku diperlihatkan dalam keadaan aku sedang berpuasa." (HR Tirmidzi) sabda Rasulullah SAW.

Melalui data kesehatan dari Halodoc yang dikutip oleh MUI Digital, pelaksanaan puasa sunnah secara medis terbukti memberikan manfaat nyata bagi metabolisme tubuh manusia. Beberapa manfaat kesehatan tersebut meliputi kelancaran proses detoksifikasi alami, pembatasan berat badan, penurunan risiko gangguan kardiovaskular, peningkatan fungsi otak, serta penguatan kesehatan mental dan spiritual.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed