Thom Haye Pimpin Lini Tengah Indonesia Kontra Timor Leste

Smallest Font
Largest Font

Gelandang Timnas Indonesia Thom Haye siap memimpin lini tengah skuad Garuda saat menghadapi Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, pada Jumat (31/7/2026) sore WIB.

Pemain Persib Bandung tersebut datang dengan kepercayaan tinggi setelah mencatatkan statistik mengesankan saat Indonesia membantai Kamboja 5-1 di Stadion Pakansari pada Senin (27/7/2026). Dalam laga pembuka tersebut, Haye menyumbang tiga assist, mencatat akurasi umpan 91 persen, serta membukukan 112 sentuhan bola.

Situs resmi AFF merilis data yang menunjukkan Haye menjadi pemain paling kreatif dengan melepaskan delapan umpan kunci. Catatan tersebut menempatkannya di posisi teratas daftar pencipta peluang terbanyak turnamen, mengungguli pemain Myanmar Mg Mg Lwin yang mengoleksi enam umpan kunci.

Melalui akun Instagram pribadinya, pemain berusia 31 tahun itu menyuarakan optimismenya usai laga perdana.

"Awal yang solid dan performa tim yang hebat. Siap untuk lebih banyak lagi," tulis Thom Haye.

Kinerja impresif gelandang berjuluk The Professor itu mendapat apresiasi dari pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi. Rizal menilai racikan pelatih John Herdman berhasil memaksimalkan potensi sang pemain di lapangan.

"Saya rasa dia memberikan performa yang nilainya sangat tinggi. Bisa dikatakan 1-10 level 9 yang didapatkannya di pertandingan pertama di turnamen ini," kata Rizal Pahlevi.

Rizal menambahkan bahwa skema formasi yang diterapkan pelatih asal Inggris tersebut membuat fisik sang pemain lebih terjaga sepanjang laga.

"Set up permainan yang ditunjukkan John Herdman saya rasa ini bisa membuat Thom Haye lebih optimal dan bertahan selama 90 menit," imbuhnya.

Keputusan menurunkan Marc Klok dan Ivar Jenner secara bersamaan sejak menit awal juga dinilai menjadi kunci sukses menguasai area tengah.

"Bagaimana kita melakukan start dengan melakukan langsung memainkan pemain macam Klok dan Ivar Jenner bersamaan di area gelandang serta memainkan Thom Haye diposisi lebih tinggi," ujar Rizal Pahlevi.

Menurutnya, penempatan posisi tersebut memberikan ruang gerak yang lebih bebas bagi pencipta peluang utama tim.

"Saya rasa itu sangat bisa menghemat tenaga dari Thom Haye dan memaksimalkan permainannya untuk lebih maksimal selama 90 menit," sambungnya.

Terkait komposisi pertahanan yang hanya menurunkan satu bek tengah murni, Rizal memuji koordinasi antar lini yang tetap berjalan solid.

"Rizky Ridho di posisi pemain belakang dengan karakteristik pemain bertahan murni ya. Karena satu-satunya center bek yang dimainkan di starter dan praktis yang lain adalah full bek dan wing bek tapi masih bisa mengeksekusi pertandingan dengan baik," tutur Rizal Pahlevi.

Ia menganggap hasil positif di laga awal merupakan modal berharga bagi langkah Indonesia selanjutnya.

"Bertahan yang oke juga secara keseluruhan dan kolektif jadi tentu sangat positif hasil tersebut," imbuhnya.

Meskipun awal perjalanan ini mirip dengan Piala AFF 2010 saat Indonesia menang 5-1 di laga pertama, Rizal meyakini hasil akhir turnamen kali ini akan berbeda.

"Saya memiliki kayakinan dan optimis tahun ini walaupun pembukaannya sama dengan tahun 2010 lalu tapi saya rasa output dari suatu turnamen tahun ini bisa saja berbeda," kata Rizal Pahlevi.

Ia berharap kedalaman skuad yang ada mampu membawa perubahan besar bagi prestasi Tim Merah Putih.

"Jadi ini awalan sangat positif sebuah modal sangat bagus dan saya harap dengan skuad dan komposisi yang kita punya bisa berbicara banyak bersama John Herdman di ASEAN Championship 2026 ini," pungkasnya.

Sementara itu, analis sepak bola Roni Pangamanan menilai dominasi lini tengah Indonesia membuat gaya permainan tim mulai menyerupai Timnas Spanyol.

"Penguasaan lini tengah Indonesia sangat bagus. Mereka mampu menguasai bola sekaligus melakukan pressing ketika kehilangan bola. Hal ini membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan," ujar Roni Pangamanan.

Pria yang akrab disapa Bung Ropan itu menambahkan bahwa peran vital Haye di sektor tengah memiliki kemiripan dengan peran Rodri di skuad Matador.

"Spanyol menjadi kuat karena menguasai lini tengah. Indonesia juga mulai menunjukkan hal yang sama lewat permainan Thom Haye, Ivar Jenner, dan Marc Klok. Ketiganya membuat permainan Indonesia jauh lebih solid," ungkapnya.

Ia pun menilai target meraih gelar juara di edisi kali ini sangat memungkinkan untuk dicapai.

"Target juara sangat realistis. Dengan komposisi pemain saat ini, Indonesia memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya," pungkas Roni Pangamanan.

Secara keseluruhan, Haye telah mengoleksi 19 penampilan bersama Timnas Indonesia dengan torehan dua gol dan lima assist. Kemenangan atas Timor Leste sangat dibutuhkan Indonesia untuk menambah selisih gol guna menempel ketat Vietnam di puncak klasemen Grup A.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed