Saksi Sebut Tim Medis Bentengi Diego Maradona Sebelum Meninggal

Smallest Font
Largest Font

Pendamping terapi Alejandro Cottaro mengungkapkan dalam persidangan di Argentina pada Kamis (18/6) bahwa dirinya mengalami kesulitan merawat Diego Armando Maradona karena sang legenda sepak bola dibentengi oleh tim medisnya.

"Él estaba blindado. Me decían 'no lo jodas, tratá de estar más lejos'. Eso hizo que mi trabalho no se pudiera hacer" ujar Alejandro Cottaro, pendamping terapi yang sempat merawat Maradona sebelum wafat.

Saksi yang dihadirkan dalam sidang itu direkrut oleh saudaranya, Carlos Cottaro, selaku koordinator tim pendamping terapi untuk menangani perawatan mandiri di rumah sang legenda pada 13 November 2020, tepat dua belas hari sebelum Maradona meninggal dunia.

Alejandro Cottaro menjelaskan bahwa komunikasi sempat terputus ketika dirinya mencoba membuat sang pasien terbuka mengenai perasaannya melalui pertanyaan tentang anak dan cucu, namun interaksi tersebut langsung dihentikan oleh orang dekat Maradona.

"Me cortaron justo el momento en el que empezaba a soltarse y de eso se trata el acompañamiento. Yo no pude ni empezar a hacer nada" kata Alejandro Cottaro menambahkan bahwa dirinya kemudian diminta untuk menjauh dari pasien.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, psikiater Agustina Cosachov meminta penghentian sementara proses terapi, sehingga tim pendamping tidak pernah dipanggil kembali untuk bertugas.

"Les molestaba que yo lo llamaba una vez por hora a mi hermano, para pasar informe de cómo estaba Diego. No entendían cómo era la dinámica, se habrán sentido vigilados" kata Alejandro Cottaro menjelaskan alasan penonaktifan timnya.

Saksi juga mengenang kondisi rumah yang sempat ia lihat, termasuk adanya genangan urine sepanjang sepuluh meter dari kamar tidur menuju kamar mandi yang dinilai terlalu sempit untuk ukuran sang maestro lapangan hijau.

"Me fui sin poder saludar a Diego, y después Diego murió y yo no lo podía creer. Hoy Diego debería estar comentando el Mundial" ujar Alejandro Cottaro.

Sidang tersebut juga menghadirkan Carlos Bacchini selaku anggota tim pendamping lain yang memberikan kesaksian bahwa lingkaran terdekat Maradona sering memanipulasi panggilan telepon dengan menjawab sang idola sedang tidur, meskipun fakta di lapangan tidak demikian.

Selain psikiater Agustina Cosachov, proses hukum ini juga menyeret sejumlah terdakwa lain termasuk dokter pribadi Leopoldo Luque, psikolog Carlos Diaz, dokter klinis Pedro Di Spagna, serta beberapa koordinator dan perawat atas dakwaan pembunuhan tidak berencana dengan kesengajaan tidak langsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed